Untung Jutaan Rupiah dari Bisnis Budidaya Jambu Biji

Ide bisnis budidaya tanaman buah – Menekuni bisnis budidaya tanaman buah memang menjanjikan untung yang cukup besar. Tingginya permintaan konsumen yang terus mengalami peningkatan membuat pasokan aneka macam buah di pasaran masih sangat kurang. Tentunya peluang tersebut bisa dimanfaatkan para petani buah untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mendapatkan untung besar setiap bulannya.

peluang usaha jambu biji merah

Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis budidaya tanaman buah mendatangkan laba jutaan rupiah. Jambu biji bisa menjadi salah satu inspirasi bisnis tanaman buah. Berikut ini cara membudidayakan jambu biji yang bisa anda tanam di kebun atau di pekarangan rumah.

Cara Budidaya Jambu Biji

Pertama-tama siapkan bibit unggul dari varietas jambu biji yang digemari para konsumen, misalnya seperti jambu sukun, jambu bangkok, jambu merah, jambu apel, dan lain sebagainya. Proses pembibitan tanaman jambu biji bisa dilakukan melalui sistem pencangkokan, okulasi, maupun menanam bijinya secara langsung.

Selanjutnya, siapkan lahan pertanian yang memiliki tanah cukup subur dan mengandung unsur nitrogen. Agar tingkat kegemburan tanah terjaga, Anda bisa membajak atau mencangkulinya dengan kedalaman sekitar 30 cm. Apabila lahan sudah siap, maka tambahkan pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m2 serta lengkapi dengan bedengan yang memiliki lebar sekitar 1,20 m dan panjangnya sesuai dengan ukuran lahan.

Proses ketiga yaitu pembuatan lubang tanaman pada bedeng yang telah disiapkan. Lubang dibuat dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yang sebaiknya disiapkan sebulan sebelum masa tanam dan memiliki jarak antar tanaman sekitar 7-10 m.
Sebelum proses penanaman dilakukan, diamkan lubang yang telah dibuat selama satu pekan. Kemudian setelah satu pekan, lubang ditutup seperti semula dan diberi tambahan pupuk kandang. Dua pekan berikutnya bibit jambu biji siap untuk ditanamkan, penanaman tidak perlu terlalu dalam (cukup setinggi permukaan tanah yang ada disekitarnya).

Untuk perawatan bisa dilakukan dengan penyiraman sebanyak dua kali sehari (pada dua minggu pertama), selanjutnya bisa dilakukan sehari sekali pada minggu-minggu berikutnya. Namun apabila curah hujan cukup tinggi, penyiraman bisa dikurangi lagi (tanpa penyiraman) dan dibuat lubang saluran air di sekitar bedeng.

Kelebihan bisnis jambu biji

Membudidayakan tanaman buah cenderung lebih mudah jika dibandingkan dengan menekuni bisnis budidaya sayur-sayuran. Sebab, kebanyakan tanaman buah merupakan jenis tanaman perennial (tahunan), sehingga proses budidayanya tidak membutuhkan perawatan secara intensif dan resiko kerugiannya terbilang cukup minim. Biaya produksi yang dibutuhkan juga tidak terlalu banyak, sehingga keuntungan yang dijanjikan cukup besar.

Selain mudah untuk dibudidayakan, tingkat kebutuhan konsumen akan aneka macam buah-buahan semakin hari semakin menunjukan peningkatan yang sangat pesat. Bahkan untuk beberapa jenis buah, saat ini pasokan pasarnya masih sangat kurang. Sehingga peluang pasar yang bisa dibidik pelaku usaha masih terbuka lebar, dan prospek bisnisnya semakin hari semakin cerah.

Kekurangan bisnis jambu biji

Salah satu kendala usaha yang dihadapi para petani buah yaitu adanya serangan hama tanaman seperti (lalat buah, codot, ulat, dll) serta berbagai macam jenis penyakit lainnya yang disebabkan virus maupun jamur. Untuk menghindari resiko tersebut, para petani bisa membungkus buah dengan kertas pelindung serta menggunakan pestisida maupun obat-obatan anti hama dan penyakit. Jadi, kualitas buah tetap terjaga dan tanaman pun terhindar dari serangan hama dan penyakit yang membahayakan pertumbuhannya.

Disamping itu, petani juga masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan bibit tanaman buah yang berkualitas unggul. Selama ini sarana pembibitan modern di Indonesia masih sangat kurang, sehingga petani masih mengandalkan bibit impor yang harganya cenderung cukup mahal.

Strategi Pemasaran

Untuk pemasaran produk buah, biasanya para petani menjalin kerjasama dengan jaringan pedagang buah di pasar tradisional, pelaku bisnis sentra buah-buahan (toko atau kios buah), sampai supermarket dan swalayan besar di kota-kota sekitarnya. Untuk memuaskan kebutuhan para konsumen, petani sengaja memisahkan grade atau kualitas buah sesuai dengan pangsa pasar yang dibidik. Misalnya saja kualitas super untuk memenuhi permintaan supermarket maupun swalayan, kelas nomor dua untuk toko dan kios buah, serta kelas tiga atau yang ukurannya lebih kecil untuk memenuhi kebutuhan konsumen kelas bawah yang biasanya lebih mengutamakan harga murah.

Selanjutnya, untuk meningkatkan omset penjualan, Anda juga bisa menciptakan strategi pemasaran yang inovatif untuk mengembangkan usaha agrobisnis yang sedang dijalankan. Contohnya saja dengan menawarkan produk turunan dari jenis buah yang Anda budidayakan, diolah menjadi selai, dodol, aneka keripik buah, manisan, dll. Selain itu, Anda juga bisa menjadikan kebun buah tersebut sebagai objek wisata agrobisnis yang terbuka bagi para konsumen. Jadi, mereka bisa menikmati buah sepuasnya dan memetik sendiri buah-buahan yang akan mereka beli.

Dengan memberikan perawatan yang baik bagi tanaman jambu biji yang anda budidayakan, mulai dari sistem pengairan, pemupukan, hingga pemeliharaan pada saat panen maupun pasca panen, bisa menjadi kunci sukses budidaya jambu biji milik anda sehingga bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan komoditas buah dengan kualitas unggul. Semakin bagus kualitas buah yang anda panen, maka semakin tinggi pula harga jualnya di pasaran.

Analisa usaha budidaya jambu biji

analisa bisnis budidaya jambu biji

 

Pencarian terkait:

analisa budidaya jambu merah , analisa kebun jambu biji