Tips Sukses Bisnis Usaha Ternak Kambing Potong

Tips Sukses Bisnis Usaha Ternak Kambing Potong – Kambing atau wedhus (bahasa jawa) merupakan hewan pemakan rumput dan juga daun-daunan. Kambing tidak sama dengan domba, karena ukuranya lebih kecil dan langsing daripada dibandingkan dengan domba. Kambing juga memiliki jangot dan berdahi cembung. Untuk ukuran bulu memang masih tebalan domba daripada kambing. Kambing adalah hewan yang sering dibudidayakan oleh kalangan masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan. Karena harga jualnya yang selalu meningkat dan cara perawatannya pun juga gampang ini membuat masyarakat lebih memilih ternak kambing daripada ternak hewan lainnya.

Tips Sukses Bisnis Usaha Ternak Kambing Potong

Tips Sukses Bisnis Usaha Ternak Kambing Potong

A. Jenis-Jenis Kambing Potong
Berikut adalah jenis-jenis kambing potong unggulan atau jenis kambing yang sering dibudidayakan :

  • Kambing Bligon
    Kambing bligon atau gumbolo alias jawa randu merupakan keturunan kambing etawa dengan kambing kacang. Namun, persentase darah kambing kacang lebih tinggi, yaitu lebih dari 50%. Kambing ini memiliki moncong yang lancip, telinga tebal dan lebih panjang dari kepalanya, leher tidak bersurai, sosok tubuh terlihat tebal, dan bulu tubuhnya kasar. Pemeliharaan kambing ini sangat mudah karena menyukai pakan jenis apa saja, termasuk rumput-rumputan lapangan. Selain itu anak yang dilahirkan cepat besar sehingg sangat tepat kalau dipelihara untuk kambing potong.
  • Kambing Kacang
    Kambing kacang merupakan kambing local Indonesia yang tersebar luas terutama di Jawa. Kambing ini memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap pakan berkualitas rendah dan lingkungan ekstrem. Kambing jantan dewasa memiliki tinggi sekitar 60-65 cm dengan bobot rata-rata 25 kg. untuk kambing betina dewasa memiliki tinggi sekitar 50-56 cm dengan bobot rata-rata sekitar 20 kg. Kambing betina pertama kali beranak pada umur 12–13 bulan. Namun produksi susunya masih sedikit, rata-rata bobot lahir kambing kacang sekitar 3,28 kg.
  • Kambing Boer
    Kambing boer merupakan salah satu jenis kambing pedaging yang berasal dari Afrika Selatan, jenis kambing boer banyak diminati oleh para peternak karena proses pertumbuhannya dinilai sangat cepat, menurut hasil pengamatan yang ada umur kambing antara 5 sampai 6 bulan saja beratnya sudah bisa mencapai 35 sampai 45 kg, bila di rata-rata pertumbuhannya perhari antara 0.02 sampai 0.04 kg perhari, namun itu juga berpengaruh pada makanan dan susu dari induknya, apabila konsumsi makanan perharinya kurang target berat itu tidak akan tercapai. Untuk ukuran berat kambing boer yang jantan dan betina berbeda, kebanyakan kambing yang jantan jauh lebih berat dari yang betina yaitu antara 120 sampai 150 kg saat berumur 2 sampai 3 tahun, sedangkan yang betina berkisar antara 80 sampai 90 kb saat umur 2 sampai 3 tahun.

Itulah beberapa jenis kambing potong yang biasa dibudidayakan oleh para peternak kambing potong. Sebenarnya masih banyak jenis kambing potong yang lainnya, tapi kami tidak bisa nyebutin satu persatu dan menjelaskannya.

B. Cara Budidaya Ternak Kambing Potong
Prospek budidaya kambing memang tergolong menjanjikan untuk usaha sampingan, tapi peternak kambing potong secara umum harus memperhatikan beberapa hal, antara lain pembuatan kandang yang baik, pemilihan bibit, pemberian pakan yang memenuhi gizi, serta pencegahan terhadap penyakit. Dibawah ini adalah langkah-langkah yang benar dalam budidaya ternak kambing potong :

  • Persiapan Kandang Untuk Kambing Potong
    Kandang adalah suatu tempat untuk berlindungnya ternak dari panas dan hujan serta serangan dari musuh yang lain. Kandang yang dimiliki adalah kandang panggung. Hal ini dimaksudkan agar limbah pemeliharan dapat dibersihkan dengan baik. Kandang yang dimiliki ada kandang individu dan kandang bebas. kandang indvidu digunakan untuk kambing bibit dan perah, sedangkan kandang bebas digunakan untuk kambing potong. Bahan yang digunakan untuk membangun kandang memang sangat membutuhkan modal yang sangat mahal. Kandang bukan tempat kosong yang untuk menampung ternak, tetapi didalamnya diperlukan untuk kesempuranan dalam pemeliharan sebagai berikut :
  1. Tempat pakan : Bentuk wadah persegi panjang agar pakan tidak tececer percuma.
  2. Sumber air : Tempat air tidak jauh dari kandang untuk mempermudah membersihkan kandang.
  3. Peralatan lain : Semua peralatan yang diperlukan untuk membersihkan kandang seperti sapu, sikat, ember dan lain-lain.
  • Pemilihan Bibit Kambing Potong
    Pada awalnya beternak kambing harus diperhatikan adalah bibit yang akan diternak, dan harus sesuai dengan daerah yang dan sesuai dengan dana yang dimiliki.
    Inilah ciri-ciri bibit kambing potong yang baik dan benar :
  1. Usia ideal untuk penggemukan adalah 8-12 bulan.
  2. Badan kambing berukuran normal tidak kurus atau obesitas, bulunya bersih mengkilap pertanda kambing normal dan sehat, garis pinggang dan punggung lurus pertanda tulangan bagus.
  3. Sehat dan tidak ada cacat.
  4. Mata kambing jernih, hidung dan anusnya juga bersih pertanda kambing tidak terkena penyakit.
  • Pakan Untuk Kambing Potong
    Waktu memberi pakan kambing ini sangat bagus adalah dalam 2 kali sehari, di antara jam 08.00 wib sampai dengan pukul 16.00 wib, dan untuk pemberian pakan tumbuhan hijau dan konsentrat tidak di anjurkan untuk memberikannya secara bersamaan, karena 2 jenis pakan ini memiliki kandungan nutrisi yang berbeda dalam sistim pencernaan, di khawatirkan tidak maksimal dalam pemberian pakan. Konsentrat bisa di berikan pada saat siang hari sekitar pukul 11-12 siang atau malam pukul 11-12 malam. Jangan lupa memberi minum kambing dengan air bersih setiap harinya pada sore sekitar pukul 15.00 wib, minuman yang paling bagus adalah air cucian beras yang sudah di campur dengan sedikit bekatul atau dedak.
  • Penjodohan Kambing Potong
    Tanda birahi pada kambing betina biasa si betina mengulurkan suaranya. Jika tanda-tanda seperti ini sudah terlihat, maka tunggu apalagi, segera pertemukan dengan pejantan unggul, berukur besar, sehat dan tidak penyakitan. Waktu masa kehamilan kambing dari terjadinya pembuahan sampai dengan melahirkan adalah sekitar 5-6 bulan, dan kambing bisa di katakan dewasa setelah umur 10 bulan keatas, saat usia ini kambing sudah bisa untuk di panen.
  • Mengamati Kesehatan Kambing Potong
    Kesehatan pada ternak kambing ini sebagian belum cukup sehat dan kurang perhatian tentang kesehatannya. Serta kurang tahunya untuk mengatasi penyakit pada kambing tersebut, salah satunya jika kambing teserang penyakit kembung lalu si peternak ini langsung memotong ternak tersebut. Padahal penyakit kembung ini bias diatasi atau dapat ditangani dengan baik. inilah yang menjadi kendala bagi si peternak kambing dan menyebabkan kerugian.
  • Penyakit Kambing Potong
    Penyakit setres pada kambing, kambing yang terserang penyakit setres biasanya disebabkan oleh pengangkutan kambing yang sangat jauh, cara mengatasi penyakit setres tersebut adalah dengan cara memberi minum yang banyak dengan dicampur gula merah atau gula abang. Penyakit lain yang sering dialami adalah penyakit kutu, penyakit ini sangat jarang dijumpai, cara mengatasi dengan cara menyukur dan memberikan kapur pada kambing tersebut.

C. Cara Pemasaran Kambing Potong
Karena usaha ternak ini ditujukan untuk penjualan pada hari raya kurban, maka pemasarannya tidak terlalu sulit. Sebab ternak tersebut dibutuhkan oleh orang-orang yang mau mengadakan kurban. Jadi pasarnya sangat prospektif, namun tetap diadakan penawaran pemasaran melalui famplet-famplet agar dikenal dan dapat bersaing, sebab pasti banyak juga yang melihat peluang ini dan menjadi pesaing. Kemudian buatlah iklan-iklan di website dan juga bisa lewat sosial media.

 

Pencarian terkait:

analisa modal ternak kambing 2017 , analisa ternak kambing jawa 2017 , contoh database ternak sapi , Kalkulasi daging biri biri , susu kambing perah di kediri , ternak kambing2017