Tips Perawatan dan Pemeliharaan Tumbuhan Orchidaceae

Tumbuhan Anggrek Orchidaceae – Anggrek termasuk famili Orchidaceae. Dalam bahasa Yunani, kata “Orchid” berasal dari orchis yang berarti testicle atau buah zakar. Pada zaman dahulu, anggrek biasa diidentikkan dengan keberadaan pria, baik warna, bentuk, bahkan strukturnya. Anggrek juga melambangkan kesuburan dan kejantanan. Mereka beranggapan jika mengonsumsi anggrek muda, seseorang bisa memiliki anak laki-laki dan jika mengonsumsi anggrek tua akan melahirkan anak perempuan.

Tumbuhan Anggrek Orchidaceae

Tumbuhan Anggrek Orchidaceae

Ciri-ciri Tumbuhan Anggrek Orchidaceae

  • Tumbuhan anggrek dapat hidup disituasi cahaya matahari tertentu.
  • Tumbuhan anggrek tidak mempunyai akar serabut yang ada di dalam.
  • Tumbuhan anggrek memiliki jamur akar atau yang sering disebut dengan mikoroza yang terdapat pada permukaan akar.
  • Tumbuhan anggrek yang hidup didalam tanah mempunyai batang yang pendek.
  • Tumbuhan anggrek mempunyai batang yang berbentuk beruas – ruas.
  • Tumbuhan anggrek memiliki daun berbentuk oval dan memiliki tulang daun yang sama dengan bentuk daunnya yaitu memanjang.
  • Tumbuhan anggrek terlihat dari tangkai yang bersifat memanjang dan bunga anggrek bersifat majemuk.
  • Tumbuhan anggrek memiliki bentuk simetri bilateral.
  • Tumbuhan anggrek menghasilkan buah yang berbentuk seperti kapsul dan memili warna hijau.
  • Tumbuhan anggrek yang dihasilkan oleh bunga anggrek bentuknya sangat kecil.
  • Akar pada bunga anggrek mempunyai organ – organ yang memiliki daging atau sering disebut dengan sekulen.

Cara Menanam Tumbuhan Anggrek

Mengingat jenis tanaman anggrek sangat banyak varietasnya, maka dalam menanampun diperlukan teknik yang berbeda – beda pula tergantung dengan jenis anggrek yang akan kita tanam. Untuk menghindari hal – hal yang tidak kita inginkan, maka sebelum menanam terlebih dahulu kenali jenis anggrek yang akan kita tanam menurut jenisnya.

1. Anggrek Ephytis
Anggek jenis ini dalam perkembangan bersifat menumpang pada batang/pohon lain tetapi tidak bersifat merusak / merugikan yang ditumpangi atau ditempelinya. Anggrek jenis ini akan menempelkan akarnya dalam mencari makanan dan udara, dalam perkembang biakannya.
2. Anggrek Semi Ephytis
Jenis anggrek ini menempel pada pohon / tananam lain dan juga tidak bersifat merusak pada tanaman yang ditempelinya, akarnya akan mencari makanan dan udara untuk perkembang biakannya.
3. Anggrek Restris
Jenis angrek ini hidup dan berkembang biak di tanah, akarnya akan menjalar didalam tanah dalam mencari makan dan mencari udara.

Cara Pemeliharaan dan Perawatan Tumbuhan Anggrek

1. Penyiangan untuk tanaman anggrek pada waktu kondisi didalam botol, kemudian dipisahkan ke dalam pot – pot yang sudah disediakan sesuai dengan jenis anggrek

2. Penjarangan dan Penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah

3. Dalam pemupukan tanaman anggrek dibagi menjadi 3 kategori, diantranya :

  • Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N,P,K perbandingan N:P:K=6:3:1
    Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek. Unsur N diambil dari pupuk ZA / Urea, untuk P dipakai pupuk ES; DS; TS dan K dari Kalium Sulfat (K2SO4), pupuk – pupuk buatan yang mengandung N, P, K :
    1. Urea : 0,6 gram untuk 1 liter air
    2. ES : 0,3 gram untuk 1 liter air
    3. ZK : 0,1 gram untuk 1 liter air
  • Pemupukan untuk ukuran sedang (middle size) dengan N,P,K. Perbandingannya N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan tambahan pupuk, maka dapat disusun sendiri pupuk yang mengandung N,P,K misalnya dengan cara :
    1. Urea : 0,3 gram untuk 1 liter air
    2. DS : 0,3 gram untuk 1 liter air
    3. K2SO4 : 0,3 gram untuk 1 liter air
  • Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings size)
    Tanaman anggrek yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K=1:6:1, dimana cara pemberian pupuk buatan adalah :
    1. Dalam bentuk padat / powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hati – hati, jangan tersangkut pada daun / batangnya yang menyebabkan daun / batang tadi dapat terbakar.
    2. Disiramkan pada anggrek yang dapat menyerap air dan garam yang terlarut didalamnya.
    3. Penyemprotan terjadi apabila ada pembusukan pada akar didalamnya, dengan cara akar ditutup dengan menggunakan plastik. Sedangkan pupuk kandang yang bagus digunakan untuk tanaman anggrek diantranya adalah kotoran kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam dan lain – lain. Pemupukan tanaman anggrek lebih baik dilakukan pada saat pagi hari atau sore hari sekitar pukul 05.00 s/d 09.00 Wib pada pagi hari, dan pukul 17.00 s/d 18.00 Wib.

4. Penyiram Tanaman Anggrek

Dalam penyiraman tanaman anggrek, air yang bagus dan dapat digunakan diantranya :

  • Air Ledeng (PDAM) yang jernih dan steril dengan HC1, PH yang baik sekitar 5,6-6.
  • Air sumur, baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Air sumur diderah kapur harus diperhatikan pHnya.
  • Air hujan, yang ditampung didalam bak sangat baik untuk menyiram tanaman anggrek.
  • Air sungai atau air got yang tidak terkontaminasi oleh limbah pabrik / yang masih murni alami.

Tumbuhan Anggrek ini selain banyak diminati para pecinta tanaman anggrek juga memiliki keindahan yang bernilai tinggi. Maka dari pada itu untuk meningkakan kualitas anggrek yang lebih baik dan anggrek yang bervariatif maka sebaiknya kita melakukan persilangan untuk menghasilkan jenis anggrek baru.