Strategi jitu pemasaran usaha kuliner ayam goreng omset besar

Strategi jitu pemasaran usaha kuliner ayam goreng omset besar – Pertumbuhan bisnis makanan dan minuman di berbagai daerah indonesia beberapa tahun terakhir berkembang dengan pesat dan tidak bisa di pandang sebelah mata karena tingginya permintaan pasar dan besarnya keuntungan yang dijanjikan, membuat sebagian masyarakat mulai tertarik untuk menekuni bisnis makanan dan minuman sebagai peluang usaha yang cukup potensial. Tidaklah heran bila kini berbagai macam menu makanan serta minuman kreatif mulai disajikan pelaku usaha untuk memanjakan lidah para konsumennya.

Strategi jitu pemasaran usaha kuliner ayam goreng omset besar

Strategi jitu pemasaran usaha kuliner ayam goreng omset besar

Salah satu usaha makanan yang masih eksis hingga saat ini adalah jualan ayam goreng, memang ayam goreng dari dulu hingga sekarang masih banyak peminatnya. Ayam goreng tentunya masakan yang mudah di dapatkan di setiap rumah makan, restaurant atau pinggir sekalipun. Makanan ini memang telah menjadi kesukaan rakyat goreng. Tekstur daging ayam memang memiliki citarasa yang khas di bandingkan dengan daging lainnya. sehingga tidak heran jika beberapa restaurant menjadi penuh sesak dengan para pengunjung. Namun hal tersebut juga tidak terlepas dari resep yang dibuatnya serta usaha berbisnis yang tinggi. Nah bagi anda yang tertarik dengan usaha ayam goreng, dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan referensi analisa peluang usaha ayam goreng semoga dapat bermanfaat untuk anda. Selengkapnya :

Tips menjalankan usaha kuliner ayam goreng

Yang harus dipersiapkan :

  • Langkah pertama yang perlu Anda siapkan yaitu memilih lokasi usaha yang strategis. Anda bisa menyewa tempat di sekitar pusat keramaian, misalnya saja dekat dengan perkantoran, kampus, sekolah, mall, di kios-kios kantin, atau bisa juga membuka tenda di pinggir jalan raya.
  • Persiapkan peralatan dan perlengkapan usaha yang Anda butuhkan. Mulai dari perabot masak, gerobak atau etalase, peralatan makan, sampai meja dan kursi untuk para konsumen.
  • Ciptakan menu baru sebagai produk andalan Anda. Misalnya saja menawarkan ayam goreng kremes tulang lunak. Jadi selain tulang ayamnya yang lunak, konsumen juga dimanjakan dengan tepung kremes yang Anda sajikan.
  • Tentukan harga yang sesuai dengan target pasar Anda. Bila Anda membuka bisnis makanan di kantin atau di pusat keramaian, Anda bisa menawarkan harga mulai dari Rp 10.000,00-Rp 20.000,00/porsi. Namun, bila Anda menjajakannya di warung tenda kaki lima maka patokan harga bisa Anda turunkan maksimal Rp 15.000,00 per porsi.

Resep ayam goreng tulang lunak

Bahan:

  • 1 ekor ayam
  • 50 gram gula jawa (disisir halus)
  • 1 sdm air asam jawa (kental)
  • 2,5 liter air kelapa
  • 5 lembar daun salam
  • 4 cm lengkuas, (memarkan)
  • Minyak goreng

Bahan Bumbu :

  • 6 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri
  • 2 sdt garam

Cara membuat:

  • Potong ayam menjadi 2 bagian atau belah membujur dadanya dan tekan hingga terbuka lebar. Lumuri bumbu halus hingga rata .
  • Taruh ayam dalam panci presto. Tuangi 1 liter air kelapa, beri gula, air asam, daun salam, dan lengkuas.
  • Bila sudah siap, tutup panci presto, kunci dan keraskan tutupnya sampai rapat. Masak di atas api besar hingga tulang ayam benar-benar lunak.
  • Dinginkan panci, buka tutupnya, tiriskan ayam.
  • Selanjutnya goreng ayam dalam minyak panas dan banyak hingga dagingnya berubah warna menjadi kuning kecokelatan dan kering.
  • Ayam tulang lunak siap dihidangkan dengan nasi putih, sayur lalapan, dan sambal.

Kelebihan Bisnis ayam goreng

Sampai hari ini bisnis ayam goreng presto masih belum banyak dijalankan masyarakat, sehingga persaingan pasar antar sesama pedagang belum begitu ketat. Meskipun begitu, Anda tidak boleh lengah dengan peluang yang masih terbuka lebar. Sebaiknya optimalkan bisnis Anda dan ciptakan menu baru yang menjadi ciri khas bagi bisnis tersebut. Dengan menawarkan keunikan rasa dan tekstur tulang ayam yang lunak kepada para konsumen, diharapkan bisnis makanan yang Anda jalankan semakin mudah dikenali masyarakat umum dan berhasil menarik perhatian para pelanggan.

Disamping pesaingnya yang masih belum begitu banyak, menu olahan ayam telah mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Sehingga semua lapisan masyarakat menyukai menu olahan ayam dan menjadikannya sebagai salah satu lauk favorit dalam segala suasana. Hal ini tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi para pelaku usaha, sebab peluangnya masih terbuka lebar dan minat konsumennya pun masih sangat besar.

Kekurangan Bisnis ayam goreng

Selain menawarkan keuntungan yang cukup besar, ada beberapa kendala yang sering menghambat para pelaku usaha untuk menjalankan bisnis ayam goreng tulang lunak. Salah satunya yaitu harga beli panci presto yang cukup mahal, sehingga tidak semua pelaku usaha bisa membeli peralatan tersebut untuk menghasilkan menu ayam tulang lunak yang cita rasanya lezat. Kendala berikutnya yaitu harga bahan baku yang sering naik turun. Selama ini harga daging ayam di pasaran belum bisa stabil, terkadang harganya bisa naik hingga 50% dan tak jarang pula bisa turun sedikit lebih murah. Hal ini tentunya cukup merepotkan para pelaku usaha, sebab mereka harus pintar-pintar mengatur keuangan agar bisnisnya tidak merugi dan konsumen tidak berpaling ke pedagang lain.

Strategi pemasaran ayam goreng

Untuk membantu pemasaran produk ayam tulang lunak yang Anda produksi, pertama-tama berikan nilai lebih pada cita rasa makanan yang Anda buat. Pastikan bumbunya meresap ke dalam daging dan tulangnya benar-benar empuk, sehingga konsumen tidak perlu ragu lagi untuk kembali menikmati menu andalan di warung Anda. Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda terapkan yaitu memberikan merek unik dan menggambarkan cita rasa kelezatan menu yang ditawarkan. Cantumkan merek tersebut pada banner atau spanduk yang ada di depan lokasi usaha, agar konsumen tertarik mampir menikmati cita rasa ayam tulang lunak yang Anda sajikan.

Guna mendukung promosi produk, Anda juga bisa membuat pamflet, brosur, maupun poster dan membagikannya di sekitar lokasi usaha. Untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, Anda juga bisa memanfaatkan situs jejaring sosial untuk menyebar luaskan promosi produk ke para saudara, rekan-rekan Anda maupun masyarakat umum yang memanfaatkan situs-situs tersebut. Semakin banyak informasi yang Anda sebarkan, maka semakin besar pula peluang pasar yang Anda ciptakan untuk memperluas pemasaran bisnis ayam tulang lunak.

Kunci sukses berjualan ayam goreng

Menjaga cita rasa produk menjadi tugas utama Anda dalam menjalankan bisnis makanan dan minuman. Karena itulah, tingkatkan pengetahuan dan kemampuan Anda dalam memasak ayam goreng presto dan ciptakan kreasi menu baru lainnya yang bisa mendukung popularitas bisnis Anda. Contohnya saja mulai menambahkan menu baru seperti ayam bakar tulang lunak, ayam goreng crispy tulang lunak, menciptakan aneka jenis sambal dengan cita rasa nendang, dan masih banyak lagi strategi sukses lainnya.

Analisis modal usaha ayam goreng

Modal awal

  • Sewa tempat usaha per tahun = Rp 15.000.000,00
  • Etalase = Rp 1.500.000,00
  • Panci presto 20 liter = Rp 3.500.000,00
  • Peralatan masak (kompor, wajan, dll) = Rp 1.000.000,00
  • 5 Meja dan 25 kursi = Rp 7.500,000,00
  • Peralatan makan (piring, gelas, sesndok, dll) = Rp 1.000.000,00 +
  • Total = Rp 29.500.000,00

Penyusutan Peralatan

  • Etalase : 1/60 bln x Rp 1.500.000,00 = Rp 25.000,00/bln
  • Panci presto : 1/36 bln x Rp 3.500.000,00 = Rp 97.200,00/bln
  • Meja dan kursi : 1/60 bln x Rp 7.500.000,00 = Rp 125.000,00/bln

Peralatan masak dan makan :

1/36 bln x Rp 2.000.000,00 = Rp 55.600,00/bln +
Total = Rp 302.800,00/bln

Biaya operasional per bulan

Belanja bahan harian :

  • Ayam: Rp 25.000,00 x 10 kg = Rp 250.000,00
  • Beras : Rp 7.500,00 x 10 kg = Rp 75.000,00
  • Sayur lalapan = Rp 20.000,00
  • Sambal dan bumbu = Rp 50.000,00
  • Kemasan kardus, plastik, dll = Rp 10.000,00 +
  • Total belanja per hari = Rp 405.000,00
  • Biaya belanja per bulan : Rp 405.000,00 x 26 hari = Rp 10.530.000,00
  • Gas elpiji 3 kg (@ Rp 17.500,00 x 10 buah) = Rp 175.000,00
  • Biaya sewa tempat per bulan : Rp 15.000.000,00/ 12 bulan = Rp 1.250.000,00
  • Gaji karyawan @ Rp 750.000,00 x 2 orang Rp 1.500.000,00
  • Biaya listrik Rp 150.000,00
  • Biaya transport @ Rp 10.000,00 x 26 hari Rp 260.000,00
  • Biaya promosi Rp 350.000,00
  • Biaya penyusutan alat Rp 302.800,00 +
  • Total Rp 14.517.800,00

Omset per bulan

  • Penjualan per hari rata-rata 75 porsi
    dengan harga jual Rp 10.000,00
    = Rp 10.000,00 x 75 porsi x 26 hari = Rp 19.500.000,00
  • Laba bersih per bulan
    Rp 19.500.000,00 – Rp 14.517.800,00 = Rp 4.982.200,00
  • ROI (Return of Investment)
    (modal awal : laba bersih per bulan) = ± 6 bulan