Prospek usaha pemotongan ayam pedaging atau unggas modal kecil

Prospek usaha pemotongan ayam pedaging atau unggas modal kecil – Daging ayam merupakan salah satu jenis bahan makanan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat di Indonesia, mulai dari rumah, restoran, bahkan pabrik-pabrik makanan yang besar juga membutuhkan daging ayam dalam jumlah yang besar. Dengan tingginya permintaan ayam potong setiap harinya untuk jenis ayam potong, Anda pun tidak akan menyangkal bukan kalau bisnis pemotongan unggas ini akan sangat prospektif.

Prospek usaha pemotongan ayam pedaging atau unggas modal kecil

Prospek usaha pemotongan ayam pedaging atau unggas modal kecil

Menariknya seiring dengan permintaan yang tinggi ini, suplai ayam potong di pasar tidak bisa dikatakan mencukupi. Masih banyak lubang-lubang peluang di pasar yang membutuhkan suplai ayam potong baru. Terutama bila kita bicara soal kebutuhan ayam dari kelompok catering, restoran dan hotel.

Itu sebabnya masih ada sangat banyak besar peluang untuk Anda mengembangkan usaha rumah potong ayam meski persaingan dalam bisnis ini tidak ringan. Anda tidak hanya harus dengan cermat memastikan suplai ayam potong hidup selalu mengalir dengan baik ke rumah potong yang Anda miliki, tetapi juga harus memastikan setiap ayam yang Anda potong terpasarkan dengan baik.

Bisnis usaha rumah pemotongan ayam

  • Syarat ternak yang dipotong yaitu:
  • Ternak dinyatakan sehat oleh dokter hewan.
  • Ternak yang dipotong bukan betina produktif.
  • Ternak yang sakit didahulukan.
  • Perlakuan sebelum dipotong: Dipuasakan agar mendapat bobot kosong, Ternak diistirahatkan, Disiram dengan air agar metabolisme lancar dan darah dapat keluar sebanyak-banyaknya.

Tahapan Proses pemotongan ternak di Rumah potong hewan yaitu sebagai berikut:

  • Ternak yang baru dating diikat dengan menggunakan tali dan dijatuhkan ke lantai dengan kepala kearah selatan dan menghadap kebarat.
  • Ternak tersebut disiram dengan air untuk mempermudah pengeluaran darah saat penyembelihan, membersihkan ternak, dan memudahkan pengulitan.
  • Ternak dipotong pada bagian leher dengan memotong 3 saluran, yaitu arteri carotis, vena jugularis, dan oesophagus.
  • Setelah ternak dipastikan mati, kepalanya lalu dipotong.
  • Ternak digantung dengan posisi kaki belakang di atas, kemudian dilakukan pengulitan.
  • Setelah proses pengulitan selesai dilanjutkan dengan pengeluaran jeroan.
  • Kemudian dilakukan pembelahan karkas (karkas dipotong/dibelah menjadi 4 bagian, yaitu kaki depan kanan dan kiri, kaki belakang kanan dan kiri).
  • Pembersihan jeroan dan pemisahan antara daging dengan tulang, lalu masing-masing ditimbang.
  • Potongan-potongan karkas dan non karkas tersebut dikirim ke pedagang-pedagang yang ada dipasar sesuai dengan pesanan.

Proses pemotongan pada leher dilakukan, lalu didiamkan beberapa saat hingga darah betul-betul habis dan ternak benar-benar mati. Setelah sapi dinyatakan mati, kepala ternak dipisahkan dari tubuhnya. Pengulitan dilakukan dengan cara menggantungkan sapi dengan kaki belakang ada di atas. Pengulitan dilakukan untuk menghindari terjadinya bau pada daging.

Analisa usaha rumah pemotongan hewan ternak

Pemotongan hewan dapat menggunakan sapi, kambing, domba kerbau bahkan ternak unggas seperti ayam, bebek dan lainnya. pada contoh dibawah adalah analisis sederhana pemotongan hewan menggunakan ternak sapi sebagai hewan yang dipotong.

Kisaran harga

  • SimPO = Rp 20.000,00 sampai Rp 25.000,00 / kg berat hidup
  • LimPO = Rp 20.000,00 sampai Rp 25.000,00 / kg berat hidup
  • PO = Rp 23.000,00 sampai Rp 27.000,00 / kg berat hidup
  • BX = Rp 21.000,00 sampai Rp 22.000,00 / kg berat hidup

Usaha pemotongan hewan

  • Berat badan sapi = 500kg
  • Berat karkas = 55% BB
  • MBR = 3 : 1
  • Berat kulit = 8% BB
  • Berat jeroan = 8% BB
  • Herga berat hidup = Rp 25.000,00
  • Harga daging = Rp 60.000,00
  • Harga kulit = Rp 10.000,00
  • Harga jeroan = Rp 33.000,00
  • Harga tulang = Rp 8.000,00
  • Harga kepala = Rp 300.000,00
  • Harga kaki = Rp 120.000,00

Pengeluaran

Harga sapi = 500 kg x Rp 25.000,00/kg
= Rp 12.500.000,00

Penerimaan

Berat karkas = 275 kg
Daging = 3/4 x 275 kg
= 206,25 kg x Rp 60.000,00
= Rp 12.375.000,00

Tulang = ¼ x 275 kg
= 68,75 kg x Rp 8.000,00
= Rp 550.000,00

Kulit = 40 kg x Rp 10.000,00
= Rp 400.000,00

Jeroan = 40 kg x Rp Rp 33.000,00
= Rp 1.320.000,00

Kepala = Rp 300.000,00
Kaki = Rp 125.000,00

Total pemasukan = 12.375.000 + 550.000 + 400.000 + 1.320.000 + 300.000 + 125.000
= Rp 15.070.000,00

Keuntungan = Rp 15.070.000,00 – Rp 12.500.000,00
= Rp 2.570.000,00