Prospek dan analisis usaha berjualan pempek palembang

Prospek dan analisis usaha berjualan pempek palembang – Salah satu jenis kuliner yang satu ini mungkin sudah familiar di telinga anda para pemburu kuliner? Ya pempek, Pempek merupakan kuliner khas kota Palembang yang tidak hanya populer di kota asalnya, tetapi juga dikenal dan digemari hampir di seluruh Indonesia. Masyarakat Palembang biasa menikmati pempek saat sarapan. Namun di daerah lain, pempek umumnya disantap sebagai kudapan atau makanan selingan. Makanan ini oleh masyarakat Palembang digunakan sebagai sarapan, tetapi untuk daerah lainnya, pempek ini dimakan untuk makanan selingan atau kudapan. Pempek ini terbuat dari bahan ikan serta sagu, cara menyajikan pempek ini dengan ditemani saus hitam kecoklatan yang disebut cuka. Saus cuka ini dibuat dari bahan air yang didihkan lalu diberi tambahan gula merah, cabe rawit tumbuk, udang eb, bawang putih serta garam. Cuka ini lebhi enak jika dibuat secara pedas karena lebih menggugah selera makan.

Prospek dan analisis usaha berjualan pempek palembang

Prospek dan analisis usaha berjualan pempek palembang

Meski semakin maraknya penjual-penjual pempek dan mengakibatkan banyak jenis dan rasa pempek yang berbeda, namun pempek Palembang-lah yang menjadi favorit. Menjalankan bisnis pempek Palembang bisa menggunakan gerobak maupun warung sederhana. Peluang usahanya pun lebih terbuka lebar, kini di berbagai daerah indonesia saat ini prospek pempek Palembang sangatlah bagus untuk di jalankan.

Tips menjalankan usaha pempek palembang

  • Pempek yang lezat adalah salah satu kunci kesuksesan usaha Anda. Oleh karena itu, Anda harus benar – benar memerhatikan jalannya proses produksi. Berikut adalah beberapa hal yang dapat membuat pempek Anda lebih lezat dan unggul dari yang lainnya.
  • Pilih ikan tenggiri yang segar dan ambil dagingnya lalu haluskan hingga serabut – serabut putih dari dagingnya terangkat.
  • Untuk resep pempek tradisional, ukur daging tenggiri halus dalam wadah atau mangkuk. Kemudian tambahkan air sebanyak ukuran daging ikannya (misalnya, jika setengah mangkuk ikannya, air yang dipakai setengah mangkuk juga).
  • Jumlah tepung kanji yang dipakai disesuaikan dengan tingkat kekenyalan pempek yang diinginkan. Makin banyak tepung kanji akan makin kenyal atau keras.
  • Secara tradisional pempek disajikan tanpa mi kuning.
  • Ketika usaha pempek Anda sudah mulai berkembang, tak ada salahnya jika Anda mulai mengembangkan usaha. Misalnya, bekerja sama dengan perusahaan katering untuk menyediakan menu pempek dalam paket sajian mereka. Tawarkan pula layanan pesan pempek dalam jumlah besar untuk acara arisan, pesta, dan lain – lain kepada para pelanggan Anda.

Analisa modal usaha pempek

Bahan Baku

Bahan utama yang Anda butuhkan untuk membuat pempek adalah daging ikan tenggiri. Gunakan daging ikan tenggiri tanpa kulit yang masih segar. Kesegaran bahan baku yang digunakan akan memengaruhi kualitas pempek. Selain daging ikan tenggiri, pempek juga bisa dibuat dari daging ikan belida, ikan gabus, kakap, dan tuna.

Bahan baku lain yang harus Anda sediakan saat membuat pempek adalah tepung sagu, telur, dan garam. Gunakan tepung sagu yang berkualitas agar menghasilkan pempek yang berwarna putih bersih. Bumbu yang digunakan untuk membuat kuah pempek di antaranya cabai rawit, bawang putih, gula merah, dan cuka. Penggunaan cuka bisa diganti dengan asam jawa, yang akan membuat kuah pempek menjadi semakin pekat.

Tempat Usaha

Usaha pempek paling baik jika dibuka di pinggir jalan yang ramai dan banyak dilalui orang yang lalu – lalang. Selain itu, usaha ini juga sangat bagus jika didirikan di kawasan perumahan, sekolah, kampus, dan pasar. Terdapat juga cara baru berjualan pempek, yaitu dengan membuka usaha di depan minimarket atau supermarket. Kedua tempat tersebut dijamin pasti ramai didatangi pengunjung, sehingga kesempatan bagi pempek Anda untuk laku sangat besar. Selain lokasi usaha yang strategis, Anda juga harus memiliki tempat usaha yang bersih dan nyaman. Jika memungkinkan, sediakan juga sebuah meja dan kursi panjang untuk pembeli yang ingin makan di tempat.

Perlengkapan Usaha

Perlengkapan yang dibutuhkan untuk membuka usaha pempek adalah etalase atau gerobak – peralatan masak sepeti kompor dan tabung gas, wajan dan spatula untuk menggoreng pempek, saringan minyak, dan toples atau wadah untuk menyimpan kuah pempek dan acar mentimun – peralatan makan terdiri atas piring, sendok, garpu, dan gelas untuk air minum – meja dan kursi. Berikut adalah perkiraan biaya yang harus Anda keluarkan untuk membeli perlengkapan usaha.

Karyawan

Pemilik dapat menjalankan sendiri usaha ini. Keberadaan karyawan baru dibutuhkan ketika usaha sudah semakin berkembang dan pelanggan sudah semakin banyak, sehingga tidak bisa ditangani sendiri. Jumlah karyawan sangat tergantung pada kebutuhan. Jika seorang karyawan saja sudah cukup untuk membantu operasional usaha, Anda tak perlu merekrut karyawan kedua atau ketiga. Selain dapat membebani biaya operasional (gaji karyawan), takutnya nanti akan ada tumpang – tindih tugas antar karyawan.

Promosi

Promosi usaha pempek bisa dilakukan antara lain dengan memasang spanduk atau papan nama dan menyebarkan brosur atau kartu nama di persimpangan jalan atau di depan tempat usaha dan di beberapa tempat strategis di sekitarnya. Misalnya, di depan sekolah atau kampus yang letaknya berdekatan dengan tempat usaha. Atau memberikan brosur atau kartu nama kepada pembeli yang datang. Diharapkan mereka bisa meneruskan brosur atau kartu nama tersebut kepada kenalan atau orang dekat mereka.

Harga Pempek

Harga pempek bervariasi tergantung dari jenis dan ukurannya. Jenis pempek yang berukuran kecil misalnya lenjer dan adaan biasanya dijual dengan harga Rp 1.500 – Rp 2.000 per buah. Sementara pempek yang berukuran lebih besar misalnya pempek jenis kapal selam biasa dijual dengan harga Rp 3.000 – Rp 6.000 per buah. Di warung pempek juga sering dijual aneka camilan, teman makan pempek, seperti kerupuk udang atau kerupuk ikan tenggiri. Harga kerupuk ini antara Rp 2.000 – Rp 3.000.

Risiko Usaha

Risiko usaha yang sering dihadapi penjual pempek adalah ketika harga bahan baku naik. Kenaikkan harga ikan tenggiri yang terlalu tinggi dapat disiasati dengan menggantinya dengan jenis ikan lain yang harganya jauh lebih murah. Misalnya, ikan gabus dan ikan lajur. Anda tak perlu mengkhawatirkan rasa atau kualitas pempeknya akan berkurang. Jika diolah dengan baik dan benar, kedua ikan tersebut memiliki rasa dan kualitas yang tak jauh berbeda dengan ikan tenggiri.

Asumsi masa pemakaian alat

  • Masa pemakaian gerobak/etalase 4 tahun.
  • Masa pemakaian kompor dan tabung gas 4 tahun.
  • Masa pemakaian wajan dan spatula 4 tahun.
  • Masa pemakaian saringan minyak 3 tahun.
  • Masa pemakaian toples atau wadah makanan 3 tahun.
  • Masa pemakaian meja dan kursi 4 tahun.
  • Masa pemakaian peralatan makan 3 tahun.
  • Masa pemakaian peralatan pendukung lain 3 tahun.

Investasi

  • Gerobak / etalse = Rp 2.600.000
  • Kompor, serta tabung gas = Rp 240.000
  • Wajan serta spatula = Rp 120.000
  • Saringan minyak = Rp 60.000
  • Toples = Rp 150.000
  • Peralatan makan= Rp 240.000
  • Meja serta kursi = Rp 300.000
  • Peralatan lain (pisau, talenan dll) = Rp 130.000
  • Total Investasi = Rp 3.840.000

Biaya Operasional per Bulan

  • Penyusutan gerobak / etalase 1/48 x Rp. 2.600.000 = Rp 54.166
  • Penyusutan kompor serta tabung gas 1/48 x Rp. 240.000 = Rp 5.000
  • Penyusutan toples 1/36 x Rp. 150.000 = Rp 4.166
  • Penyusutan wajan, spatula 1/48 x Rp. 120.000 = Rp 2.500
  • Penyusutan saringan minyak 1/36 x Rp. 60.000 = Rp 1.666
  • Penyusutan alat makan 1/36 x Rp. 240.000 = Rp 6.666
  • Penyusutan meja kursi 1/48 x Rp. 300.000 = Rp 6.250
  • Penyusutan peralatan lain 1/36 x Rp. 130.000 = Rp 3.611
  • Total Biaya Tetap = Rp 84.025

Biaya Variabel

  • Daging ikan tenggiri (6 kg x Rp. 32.000/kg x 30 hari) = Rp 5.760.000
  • Tepung sagu (6 kg x Rp. 7.000/kg x 30 hari) = Rp 1.260.000
  • Minyak goreng (3 liter x Rp. 12.000/ liter x 30 hari) = Rp 1.080.000
  • Bahan lainnya : daun bawang serta telur (Rp. 30.000 x 30 hari) = Rp 900.000
  • Aneka bumbu (Rp. 40.000/hari x 30 hari) = Rp 1.200.000
  • Gas 3 kg (Rp. 17.000 x 30 hari) = Rp 510.000
  • Kantong plastik (Rp. 12.000/hari x 30 hari) = Rp 360.000
  • Listrik = Rp 50.000
  • Sewa tempat = Rp 400.000
  • Retribusi = Rp 80.000
  • Total Biaya Variabel = Rp 11.600.000
  • Total Biaya Operasional = Rp 11.684.025

Pendapatan per Bulan

Penjualan pempek = 200 buah x Rp. 3.500 x 30 hari = Rp. 21.000.000

Keuntungan per Bulan

Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional = Rp. 21.000.000 – Rp. 11.684.025 = Rp. 9.315.975
Lama Balik Modal = Total Investasi : Laba = Rp. 3.840.000 : Rp. 9.315.975 = 14 hari