Peluang usaha ternak ayam broiler modal 1jutaan untuk pemula

Peluang usaha ternak ayam broiler modal 1jutaan untuk pemula – Jenis usaha satu ini mungkin sudah tidak asing lagi disekitar kita? Usaha ayam potong atau yang sering di sebut dengan ayam broiler merupakan salah satu usaha yang sudah sejak lama dikenal, namun kebutuhan akan ayam potong ini semakin hari juga semakin meningkat dipasaran.

Peluang usaha ternak ayam broiler modal 1jutaan untuk pemula

Peluang usaha ternak ayam broiler modal 1jutaan untuk pemula

Meningkatnya kebutuhan protein dari ayam potong ini tidak diimbangi dengan bertambahnya jumlah peternak ayam potong. Sehingga dihari-hari tertentu seperti lebaran misalnya harga ayam potong perkilonya mampu menembus harga Rp. 40.000,-/kg padahal biaya produksinya hanya berkisar antara Rp. 10.000,- hingga Rp. 15.000,- perkilogramnya.

Namun sebelum anda mulai berternak ayam potong anda harus tahu dengan detail seluk beluk seputar ayam potong ini. Alasannya Karena ternak ayam potong punya resiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan ayam petelur. Selamat mencoba..

Cara beternak ayam potong dengan mudah

Konsumen

Hampir semua orang menyukai daging ayam dan konsumennya bisa dijangkau mulai dari anak – anak, remaja sampai dengan orang tua. Hal ini juga diperluas dengan banyaknya pengusaha makanan serta restauran yang memakai bahan baku daging ayam untuk menu makanan pada usaha mereka. Sehingga konsumen yang bisa diperoleh bisa perorangan dan bisa juga dengan bekerjasama dengan para pengusaha makanan yang menggunakan daging ayam sebagai bahan bakunya. Masyarakat banyak yang menyukai usaha peternakan ayam broiler sebagai usaha, sehingga Anda pun juga bisa menyediakan bibit ayam untuk memperoleh pendapatan tambahan.

Info Produk Ternak Ayam Potong

Ayam yang digunakan untuk mengembangkan usaha ayam potong ini ialah ayam ras pedaging atau ayam broiler. Ayam ras pedaging ialah jenis ras yang paling ungguk karena dihasilkan dari persilangan bangsa – bangsa ayam yang mempunyai daya produktivitas yang tinggi. Ayam broiler ini juga memiliki keunggulan yaitu dengan waktu 5 sampai 6 minggu saja bisa langsung dipanen. Waktu pemeliharaannya sangat singkat serta menguntungkan, sehingga banyak pengusaha baru dan peternakan musiman yang bermunculan dibeberapa wilayah Indonesia.

Dalam memulai usaha ini tentu diperlukan persiapan sarana prasarana serta peralatan, agar usaha menjadi lebih maksimal. Hal – hal yang perlu untuk diperhatikan ialah :

Kandang Ayam

Sistem perkandangan yang cukup ideal bagi usaha ternak ayam ras ini ialah :

  • Syarat temperatur kira – kira 32,2 º C sampai dengan 35º C.
  • Kelembapan kira – kira 60 sampai dengan 70 %
  • Pemanasan atau penerangan kandang sesuai dengan aturan
  • Tata dengan benar letak kandang supaya bisa mendapatkan sinar matahari pagi serta tidak melawan arah mata angin yang kencang.
  • Model dari kandang perlu disesuaikan dengan umur ayam, untuk ayam anakan sampai dengan umur 2 minggu atau 1 bulan menggunakan kandang box, sedangkan ayam remaja umur kurang lebih 1 bulan, 2 bulan atau 3 bulan menggunakan kandang box yang besar lalu untuk ayam dewasa menggunakan kandang baterai atau kandang postal.

Peralatan Ternak Ayam Potong

Alas Lantai atau Litter

Alas lantai atau litter ini harus dalam keadaan yang kering, maka jangan sampai ada atap yang bocor serta air hujan yang masuk walaupun ada angin kencang sekalipun. Tebal dari litter ini bisa setinggi 10 cm, bahan dari alas lantai ini bisa menggunakan campuran kulit padi atau sekam yang diberi campuran kapur serta pasir seperlunya, atau bisa juga dengan menggunakan serutan kayu.

Brooder atau Indukan

Peralatan ini memiliki bentuk persegi atau bundar dengan areal jangkauan 1 sampai dengan 3 m dengan alat pemanas yang ada ditengahnya. Fungsi dari alat ini adalah untuk pengganti indukan ayam ini sebagai penghangat anak ayam saat baru menetas.

Tempat minum, makan serta tempat grit

Tempat untuk makan dan minum ini haruslah disediakan secara cukup, bahan untuk membuat tempat makan ini bisa dari bahan aluminium, bambu atau lainnya asal tidak mudah bocor, kuat dan juga tidak berkarat, sedangkan untuk grit dengan menggunakan kotak khusus.

Tempat bertengger ayam

Tempat bertengger ini digunakan untuk tempat tidur atau istirahat ayam, tempat bertengger ini bisa dibuat di dekat dinding serta diusahakan agar kotoran jatuh ke lantai sehingga mudah untuk dibersihkan dari luar. Tempat bertengger ini sebaiknya dibuat tertutup supaya terhindar dari angin serta letaknya harus lebih rendah dari tempat bertelur.

Peralatan lainnya

Peralatan lainnya ini terdiri dari alat – alat rutin termasuk juga alat kesehatan seperti : gunting operasi, pisau potong untuk operasi kecil, suntikan, dan sebagainya.

Pembibitan Ayam

  • Ternak yang akan dipelihara sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan seperti :
  • Ternak tidak mengalami kecacatan secara fisik serta ternak sehat.
  • Pertumbuhan dan juga perkembangannya berjalan normal
  • Ternak ini berasal dari pembibitan yang memiliki keunggulan
  • Tidak terdapat lekatan tinja di duburnya

Pemilihan Bibit Ayam dan Calon Indukan Ayam

Terdapat beberapa pedoman teknis dalam memilih bibit atau Day Old Chiken atau Doc atau ayam umur sehari :

  • Anak ayam (DOC) ini berasal dari indukan ayam yang sehat
  • Bulu lebih halus serta penuh dan juga baik pertumbuhannya
  • Tidak ada kecacatan pada tubuh ayam.
  • Anak ayam memiliki nafsu makan yang baik.
  • Tidak terdapat lekatan tinja pada duburnya
  • Ukuran badan normal serta berat badan antara 35 sampai dengan 40 gram.

Pemberian Minum

Untuk pembetrian minum ini perlu disesuaikan dengan umur ayam, yang dikelompokan menjadi 2 fase :

  • Fase starter dengan umur 1 sampai dengan 29 hari, kebutuhan air minum ini terbagi menjadi masing – masing minggu yaitu minggu pertama diberi air 1,8 L / hari untuk ayam 100 ekor, minggu ke dua berumur 8 sampai dengan 14 hari dengan air sebanyak 3,1 L / hari untuk 100 ekor ayam, minggu ke tiga dengan umur 15 sampai 21 hari dengan pemberian air sebanyak 4,5 L / hari dengan ayam sebanyak 100 ekor, minggu ke empat dengan umur ayam 22 sampai dengan 29 hari pemberian air sebanyak 7,7 liter / hari untuk 100 ekor ayam. Sehingga kebutuhan air untuk ayam sampai dengan umur 4 minggu ini adalah 122,6 L / 100 ekor. Untuk pemberian air minum pada hari pertama ini sebaiknya beri tambahan gula dan juga obat stress ke dalam air minum. Untuk banyak air minum yang ditambahkan ialah 50 gram / liter air.
  • Fase finisher dengan umur 30 hari sampai dengan 57 hari dikelompokan menjadi masing – masing minggu yaitu untuk minggu ke lima dengan usia 30 sampai dengan 36 hari air yang dibutuhkan sebanyak 9,5 liter / hari untuk 100 ekor, minggu ke enam usia 37 sampai dengan 43 hari ini dengan banyaknya iar 10,9 L / hari untuk 100 ekor, minggu ke tujuh dengan usia 44 sampai dengan 50 hari ini perlu air sebanyak 12,7 L / hari untuk 100 ekor ayam, serta minggu ke delapan usia 51 sampai 57 hari ini membutuhkan air 14,1 L / hari untuk 100 ekor. Sehingga total air yang diperlukan untuk minuman ayam ini dalam usia 30 sampai 57 hari ini sebanyak 333,4 L / hari untuk 100 ekor ayam.

Pemasaran Ayam Potong

Pemasarana usaha untuk ternak ayam ini, bisa dengan cara mempromosikannya dengan cara dari mulut ke mulut. Selain itu Anda juga bisa menjalin kerjasama dengan pengusaha pemotongan ayam atau pun menitipkan anak ayam pada penjual bibit ayam, serta menitipkan telur pada para supplier telur ayam. Namun, Anda juga perlu memperhatikan perbandingan telur serta anakan ayam yang dijual dengan banyaknya stok yang ada pada usaha ternak. Jadi Anda pun tidak akan kehabisan stok untuk bibit ayam yang akan diternakan.

Kelebihan Usaha Ternak Ayam Potong

Usaha ternak ayam ini adalah salah satu jenis usaha yang bisa menghasilakan pendapatan atau keuntungan yang besar. Sehingga usaha ternak ayam potong ini pun banyak diminati orang untuk digunakan sebagai usaha yang menguntungkan. Dalam menjalankan usaha ini pun tidak membutuhkan waktu karena waktu yang digunakan untuk beternak ayam ini cukup santai, sehingga Anda bisa dengan mudah menjalankan kegiatan sehari – hari lainnya dengan tenang.

Kekurangan Usaha Ternak Ayam Potong

Pada saat merawat ayam ini dibutuhkan pengetahuan serta teknik yang tepat dalam berternak, sebab beternak ayam ini tidaklah mudah. Takaran makanan dan minuman, luas kandang dan lingkungan kandang ini harus disesuaikan dengan tepat agar ayam bisa tumbuh dengan baik. Banyak sekali penyakit seperti flu burung serta penyakit ayam lain yang bisa mengancam usaha ini.

Analisa modal usaha beternak ayam potong

  • Kandang ayam 3 x 3 m @Rp. 600.000 x 5 buah = 3.000.000
  • Tempat makan ayam @Rp. 8.000 x 10 buah = 80.000
  • Tempat minum ayam @Rp. 11.000 x 10 buah = 110.000
  • Lampu penerangan 4 buah @Rp. 6.000 x 4 = 24.000
  • Total Modal Tetap = Rp. 3.214.000

Penyusutan peralatan serta kandang untuk pemakaian 1 tahun = 1/12 x Rp. 3.214.000 = Rp. 267.833

Biaya Operasional :

  • Pembelian anak ayam 200 ekor x @Rp. 7.000 = 1.400.000
  • Pembelian konsetrat (BR) 5 karung @50 kg = 2.000.000
  • Pembelian obat – obatan = 120.000
  • Gaji pegawai 2 x Rp. 800.000 = 1.600.000
  • Biaya listrik = 150.000
  • Total Biaya Operasional = Rp. 5.270.000
  • Penyusutan tetap = Rp. 267.833
  • Total Penyusutan = Rp. 5.537.833

Pendapatan :

Harga 1 kg daging ayam Rp. 25.000

– Pada kandang ukuran 3 x 3 m @ 1,5 kg = Rp. 38.000
– Maka : 60 ayam x Rp. 38.000 = Rp. 2.280.000
– Ada 5 kandang menjadi = 5 x Rp. 2.280.000 = Rp. 11.400.000
Keuntungan Bersih : Rp. 11.400.000 – Rp. 5.537.833 Rp. 5.862.167
Maka, keuntungan bersih yang bisa didapatkan setiap bulannya Rp. 5.862.167

Pencarian terkait:

cara memasang jaring ayam , analisa ternak ayam petelur 2017 , sewa mainan anak di cfd , sukses jualan sempolan , ternak hewan yang cocok untuk anak sekolah , ternak yang cocok anak sekolah