Peluang dan Prospek Budidaya Ikan Cupang

Peluang dan Prospek Budidaya Ikan Cupang – Penggemar ikan cupang semakin hari semakin banyak, baik itu dari kalangan anak kecil hingga dewasa. Karena ikan hias tersebut selain rupanya yang cantik juga dapat di adu. Ikan ini juga sering disebut ikan laga dan nama latinnya adalah Betta splendens, termasuk dalam famili Anabantidae (Labirynth Fisher). Ekor dan sirip ikan cupang ketika mengembang sungguh memikat para pecinta ikan hias. Warna ikan yang biasa dikenal dengan ikan Betta Splendens ini sungguh menarik, serta untuk budidaya satwa ini juga tidak membutuhkan tempat yang luas, sehingga bisa dilakukan di rumah. Ikan cupang memiliki kelebihan soal daya tahan hidupnya yang cukup baik dan mampu bertahan hidup pada tempat yang minim air atau tempat sempit. Sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen, bisa dipelihara dalam toples kecil tanpa menggunakan aerator. Ikan cupang memiliki rongga labirin yang berfungsi mirip dengan paru paru. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen. Ikan cupang juga bernafas tidak seperti kebanyakan ikan lainnya yang mengisap air terus menerus. Jika air yang di hisap minim oksigen maka ikan akan mati. Beda halnya dengan ikan cupang. Dia menghisap udara dipermukaan air. Kemudian disimpan dalam rongga labirin ini. Jadi dia tak memerlukan pernafasan terus menerus dengan menyedot ait melalui mulutnya. Jika nanti persediaan oksigen sudah habis maka dia akan muncul lagi kepermukaan air untuk menghisap udara kembali.

Peluang dan Prospek Budidaya Ikan Cupang

Peluang dan Prospek Budidaya Ikan Cupang

Sebenarnya semua jenis Betta splendens (cupang) yang tersebar di seluruh dunia berasal dari jenis sirip pendek (plakat) dan selama bertahun-tahun jenis ini banyak dipelihara oleh orang-orang di Thailand. Disana mereka memijahkan ikan petarung ini dengan jenis cupang liar. Tujuan utama mereka adalah untuk mendapatkan petarung yang hebat, baik dari segi kekuatan, ukuran, gaya bertarung dan warnanya.

Jenis-Jenis Ikan Cupang

Para breeder dan pehobi mengelompokkan jenis ikan cupang berdasarkan penampakan bentuk dan warnanya. Setiap hasil silangan yang mempunyai bentuk dan karakter yang khas, akan diberikan nama tersendiri. Inilah jenis-jenis ikan cupang berdasarkan pemilihan kontes MCHI (Masyarakat Cupang Hias Indonesia), meliputi :

  1. Ikan Cupang Halfmoon (Bulan Sepotong)
    Ikan Cupang Halfmoon (Bulan Sepotong)

    Ikan Cupang Halfmoon (Bulan Sepotong)

    Seperti namanya, jenis ikan cupang halfmoon memiliki sirip dan ekor yang seolah menyatu membentuk setengah lingkaran. Bila dilihat dari samping, sirip ikan halfmoon berbentuk seperti bulan sebelah. Ikan cupang halfmoon dipelihara karena keindahannya. Jenis ini mempunyai varian warna yang beragam mulai dari merah menyala, kuning, dan varian warna lainnya. Ikan cupang jenis ini pertama kali dibudidaya di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada tahun 1982.

  2. Ikan Cupang Crown Tail (Serit)
    Ikan Cupang Crown Tail (Serit)

    Ikan Cupang Crown Tail (Serit)

    Indonesia mungkin bisa sedikit berbangga, karena ikan cupang serit dilahirkan oleh para breeder dari daerah Slipi, Jakarta. Cupang serit menjadi mendunia karena variasi keindahannya. Di sebut Crown Tail atau ekor mahkota, karena bila dibalik menghadap ke atas serit-serit pada ekornya terlihat seperti mahkota raja. Jenis ikan cupang serit memiliki banyak varian. Ada yang seritnya tunggal, dimana dalam setiap serit hanya terdapat satu tulang sirip. Ada juga yang berserit dua atau serit ganda. Keindahan ikan cupang serit sudah diakui dunia dan dipertandingkan di International Betta Congress (IBC).

  3. Ikan Cupang Plakat (Petarung)
    Ikan Cupang Plakat (Petarung)

    Ikan Cupang Plakat (Petarung)

    Plakat berasal dari istilah di Thailand yang artinya kurang lebih adalah tarung atau laga. Sesuai dengan namanya, jenis ikan cupang ini biasa digunakan sebagai cupang aduan. Thailand memang memiliki tradisi adu cupang yang sudah melegenda.
    Sirip dan ekor cupang plakat biasanya pendek tidak menjumbai seperti serit dan halfmoon. Karena pendek, sirip tersebut memberikan kesan kokoh dan kekar. Gerakan ikan cupang plakat tidak terlalu anggun tapi terlihat lebih sangar.

  4. Ikan Cupang Double Tail (Cagak)
    Ikan Cupang Double Tail (Cagak)

    Ikan Cupang Double Tail (Cagak)

    Disebut double tail karena bagian ekornya terbelah dua, seperti bercagak dua. Jenis ikan cupang double tail tergolong sulit dikembangkan. Oleh karena itu keberadaannya masih jarang dijumpai di pasaran.

Cara membedakan jenis kelamin ikan cupang biasanya sangat sulit di lakukan apabila usia ikan masih dini sekali, karena memang belum terlihat jelas bentuk tubuh nya. Biasanya mulai dari usia 1 bulan bentuk tubuh cupang tersebut masih samar. Inilah ciri-ciri ikan cupang jantan dan betina :

Ikan Cupang Jantan

  • Tubuhnya langsing.
  • Gerakan cupang jantan biasanya sangat agresif/lincah. (dalam hal ini betina juga ada yg lincah)
  • Ekor (caudal fin) dan sirip (ventral fin/dasi) lebar dan panjang.
  • Warna lebih cerah dan menarik dari pada betina.

Ikan Cupang Betina

  • Bertubuh gempal (padat, tidak panjang).
  • Gerakan lebih lambat (tidak agresif).
  • Ekor (caudal fin) dan sirip (ventral fin/dasi).
  • Warna kurang menarik.

Cara Budidaya Ikan Cupang

Nah setelah membahas tentang ikan cupang dan jenis-jenis ikan cupang, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana budidaya ikan cupang agar menguntungkan. Beternak ikan cupang sebenarnya bisa di bilang gampang-gampang susah.
Inilah langkah-langkah yang harus disiapkan untuk budidaya ikan cupang, meliputi :

  • Memilih Indukan Ikan Cupang
    Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus disiapkan adalah mendapatkan indukan atau bibit berkualitas. Indukan yang baik sebisa mungkin berasal dari keturunan unggul, kondisinya bugar, bebas penyakit dan cacat bawaan. Simpan indukan jantan dan betina di tempat terpisah. Sebelum pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan.
    Adapun ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut :
    Untuk cupang jantan.
    Berumur setidaknya 4-8 bulan.
    Bentuk badan panjang.
    Siripnya panjang dan warnanya terang atraktif.
    Gerakannya agresif dan lincah.
    Untuk cupang betina.
    Berumur setidaknya 3-4 bulan.
    Bentuk badan membulat, bagian perut sedikit buncit.
    Siripnya pendek dan warnanya kusam tidak menarik.
    Gerakannya lambat.
  • Pakan Ikan Cupang
    Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang adalah kutu air , cacing sutera dan larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit. Kutu air bisa didapatkan di selokan-selokan yang tergenang, atau membelinya dari toko akuarium. Kalau tidak memungkinkan, kita bisa membudidayakan kutu air sendiri. Silahkan lihat cara budidaya kutu air daphnia dan moina.
  • Perawatan Ikan Cupang
    Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, ikan cupang relatif tahan banting. Bisa dipelihara dalam akuarium tanpa menggunakan aerator. Ikan ini tahan terhadap kondisi air yang minim oksigen. Walaupun begitu, disarankan untuk tetap menjaga kualitas air dengan memberinya aerasi dan filter pembersih. Agar ikan bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar. Terutama untuk perawatan ikan kontes. Tidak disarankan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan yang telah dewasa dalam satu akuarium. Terlebih bila ukuran akuariumnya kecil dan tidak ada tempat berlindung. Ikan-ikan tersebut bisa saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-siripnya tidak mulus dan warnanya kurang keluar.
    Khusus untuk ikan cupang aduan, kita bisa memasukkannya ke dalam toples kaca kecil. Berdasarkan beberapa pengalaman, agar ikan lebih agresif simpan di tempat yang gelap. Jangan meletakkan toples ikan secara berdekatan. Karena ikan cupang aduan akan terus dalam kondisi siap menyerang dan membenturkan dirinya ke kaca. Berikan sekat tidak tembus pandang di antara toples-toples tersebut. Gantilah air yang terdapat dalam wadah secara berkala. Lihat apakah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah. Penumpukan tersebut bisa menimbulkan penyakit bahkan kematian pada ikan karena pencemaran air.
  • Pemijahan Ikan Cupang
    Setelah indukan jantan dan indukan betina siap untuk memijah, sediakan tempat berupa wadah dari baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tumbuhan air seperti kayambang. Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur. Telur tersebut akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan. Berdasarkan pengalaman para pembudidaya, tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin biasanya hanya dapat dipanen 30-50 ikan cupang hidup. Indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu sekitar 2-3 minggu. Sedangkan indukan betina disarankan hanya dikawinkan satu kali saja. Bila dipaksakan, pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin. Dimana anakan ikan semakin didominasi kelamin betina.

Cara Pengemasan Hasil Budidaya Ikan Cupang Saat Ikan Cupang Siap Dijual

Pengemasan ikan hias hidup biasanya menggunakan kantong plastik. Kantong plastik di pilih yang kuat dan rangkap dua untuk menghindari kebocoran. Untuk keselamatn ikan, jumlah ikan yang dimasukkan dalam kantong plastic harus disesuaikan dengan kemampuan daya tampungnya. Selain itu perbandingan isi ikan dengan jumlah air dan oksigen juga harus sesuai. Sebaiknya kantong plastic hanya diisi air ¼ bagian . Air yang dimasukkan ke dalam kantong plastic harus steril dan sudah difiltrasi. Setelah kantong plastic diisi air, ikan dimasukkan kedalamnya. Berat/jumlah ikan yang dimasukkan sebaiknya sama perbandingannya dengan berat/volume air. Cara menghitung perbandingan dapat dilakukan dengan menimbang atau menghitung jumlah ikan. Baru kemudian, sisa isi kantong plastic diisi oksigen dan diikat kuat agar oksigen tidak keluar atau bocor. Sebelum diangkut, agar lebih aman, plastic berisi ikan dikemas terlebih dahulu dengan menggunakan karton. Karton yang digunakan harus kuat sehingga tidak mudah rusak saat penanganan dan selama perjalanan.

Perhitungan Laba atau Rugi

Modal Awal
Bibit ikan dan induk ikan : Rp. 200.000
Akuarium : Rp. 300.000
Total Modal : Rp. 500.000

Pengeluaran Sebulan
Bibit : Rp. 300.000
Pakan Ikan : Rp. 100.000
Vitamin, dll : Rp. 200.000
Total pengeluaran sebulan : Rp. 600.000

Keuntungan/bulan
@Rp.5000×10 ekor = Rp. 50.000 x 30 hari = Rp. 1.500.000

Keuntungan per bulan (bersih)
Rp. 1.500.000 – Rp. 600.000 = Rp. 900.000
Balik modal + masa pembiakan 3 bulan

Analisa Laba Rugi
SR                             = 90 %
1 tahun                     = 3 siklus
Harga jual               = 3.000/ ekor
5 indukan cupang  = 1000 anakan/siklus (3.000/tahun)
Pendapatan             = (3.000 x 90%) x 3.000
                                   = 8.100.000
keuntungan = Pendapatan – Biaya total operasional
                       = Rp. 8.100.000,- – Rp. 3.300.000,-
                       = Rp. 4.800.000,

Dalam membudidaya ikan cupang sebaiknya selalu melihat kualitas airnya, karena kualitas air sangat penting bagi kesehatan ikan cupang tersebut. Semoga referensi ini bermanfaat untuk kalian.

Pencarian terkait:

ikan hias trend 2017 , trend cupang 2017 , cara membuat cupang di susu , ternak ikan yang paling menguntungkan di 2017 , pengertian budidaya ikan hias , ikan yg aken populer di 2018 , ikan yang cocok untuk bisnis , ikan yang akan bomming 2018 , ikan hias yg akan booming di th 2018 , ikan hias yang lagi trend 2017 , ikan hias apa yg akan booming di th 2018 , ikan hias 2018 , ikan hiad trend 2017 , apakah ikan hias akan buming d 2018 , 5w 1h berbisnis ikan hias