Mengeruk Rupiah Dari Bisnis Ternak Ayam Kalkun

Bisnis Ternak Ayam Kalkun – Ayam kalkun adalah salah satu jenis unggas yang berbeda dengan ayam-ayam lainnya. Hal ini dapat diperkuat dengan kecenderungan masyarakat sekarang yang mulai beralih mengonsumsi daging ayam kalkun. Bukan hanya masyarakat yang mendapatkan dari ayam kalkun tetapi peternak ayam kalkun pun juga. Bukannya ingin menyombongkan ayam kalkun dengan hewan ternak lainnya, tetapi memang itu kenyataannya. Alasannya anakan kalkun yang dipelihara dan dibesarkan dalam jangka 1 setengah bulan bisa dijual dengan harga pasaran minimal 100 ribu per ekor. Sementara pemeliharaan pada rentang usia tersebut belum begitu membutuhkan pakan yang banyak sehingga keuntungan lebih berlipat ganda. Membedakan antara kalkun jantan dan betina cukup mudah, dapat dilihat dari ukuran tubuh. Kalkun jantan memiliki tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan kalkun betina. Selain tubuh yang besar, kalkun jantan memiliki bulu yang lebih indah dan memiliki jambul yang lebih panjang di atas kepalanya, sedangkan betina memiliki jambul tetapi kurang muncul dan warna bulu kurang berwarna-warni. Kalkun jantan juga diciri-cirikan memiliki suara cicit yang lebih keras dibandingkan kalkun betina.

Mengeruk Rupiah Dari Bisnis Ternak Ayam Kalkun

Mengeruk Rupiah Dari Bisnis Ternak Ayam Kalkun

Cara Budidaya Ternak Ayam Kalkun

Ternak ayam kalkun memang sedikit lebih rumit dibandingkan dengan ayam kampung atau ayam jenis lainnya. Yang mengkhawatirkan yaitu tingkat kematian ayam kalkun apalagi anakan cukup tinggi sehingga perlu ekstra hati-hati dalam pemeliharaannya. Jadi kami ingin memberitahukan bagaimana cara untuk memelihara ayam kalkun agar menjadi ayam kalkun yang sehat dan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

  • Pemilihan Lokasi dan Pembuatan Kandang Ayam Kalkun
    Lokasi yang baik akan menjamin pertumbuhan dan kesinambungan bisnis ayam kalkun. Lokasi yang ideal untuk beternak ayam kalkun adalah disekitar pantai, sungai, danau dan persawahan untuk memudahkan ayam kalkun mencari makanan tambahan. Lokasi kandang kalkun dipilih pada tempat yang tidak lembab dan jika memungkinkkan menghadap ke arah timur. Hal ini, ditunjukkan agar pada pagi hari kandang kalkun terkena sinar matahari. Kandang yang banyak terkena sinar matahari akan membuat ayam kalkun lebih sehat. Kandang umbaran terbatas memungkinkan ayam kalkun bebas berkeliaran namun tetap aman dari predator. Selain itu untuk pembuatan kandang juga harus bisa memberikan rasa aman dan terlindungi buat si ayam, untuk menghindari ayam dari stress dan lari ke kandang orang lain sebaiknya kandang dibuat ideal untuk ayam kalkun.

  • Pemilihan Bibit Ayam atau Indukan Ayam Kalkun
  1. Bila disentak kesana kemari, aktif menciap-ciap dan banyak bergerak.
  2. Lihatlah matanya, anak kalkun yang sehat dan baik akan memperlihatkan mata yang tajam dan sinar matanya memancar.
  3. Perhatikan paruhnya, jangan ada yang cross-beak atau paruh yang bersilang letak. Hindari paruh yang cacat, karena akan mengakibatkan sulitnya pada saat mencari makan.
  4. Pilih anak ayam kalkun yang besar badannya, bulunya kering rata. Anak ayam kalkun yang terlalu ringan hendaknya dipisahkan.
  5. Perhatikan kakinya, kaki harus terlihat normal dan anak ayam kalkun itu harus mampu berdiri baik diatas kedua kakinya.
  6. Perhatikan juga duburnya, apakah ada letakan tinja di bagian tersebut. Ayam kalkun yang berkembang di Indonesia yaitu memiliki tubuh yang relatif jauh lebih kecil dibandingkan dengan varietas ayam kalkun yang dipelihara di negara maju.
  7. Bobot ayam kalkun betina dewasa sekitar 3,0-3,5 kg sedangkan jantannya sekitar 6—8 kg.
    Warna bulunya beragam, ada yang gelap, putih, gelap atau hitam bercampur putih, cokelat, dan abu-abu.

  • Pakan Ayam Kalkun
    Perlu dipahami bahwa pemberian makanan untuk kalkun jauh berbeda dari memberi makan ayam kampung atau ayam jenis lainnya. Oleh karena itu sangat disarankan agar makanan ayam tidak digunakan sebagai pengganti untuk kalkun. Persyaratan protein dan kalsium antara kedua jenis unggas ini berada pada tingkat yang sama sekali berbeda. Kalkun misalnya, membutuhkan tingkat yang lebih tinggi protein dalam pakan mereka. Berikan makan sesuai kondisi dan umur kalkun karena untuk jenis kalkun anakan dan kalkun dewasa memiliki porsi dan menu berbeda karena kemampuan lambung untuk menampung makanan dan kemampuan untuk mencerna makan berbeda.

  • Tahap Penetasan
    Secara alamiah ayam kalkun mengerami telurnya, seekor induk ayam kalkun mampu mengerami 15 butir telur, tetapi saat ini kebutuhan akan daging ayam kalkun semakin meningkat, sehingga penetasan buatan lebih umum dilaksanakan. Apabila ditetaskan secara alamiah, maka produksi telur terbatasi dengan banyaknya ayam kalkun yang mengeram. Kira-kira 8-10 minggu waktu yang terbuang untuk mengerami telur dan membesarkan anaknya, baru kemudian bisa bertelur kembali.

Kesimpulannya adalah ayam kalkun merupakan salah satu jenis unggas yang berbeda dengan ayam-ayam lainnya. Biaya pemeliharaan yang ekonomis dan hasil produksi yang sangat menguntungkan, menimbulkan masyarakat mulai melirik usaha beternak dan untuk mengonsumsi ayam kalkun. Kalkun liar hidup dalam kelompok-kelompok kecil di hutan dan makanannya berupa serangga, biji-bijian dan buah-buahan yang jatuh dari pohon. Perkandangan, pengelolaan telur, serta prospek usaha kedepan beternak ayam kalkun yang mudah untuk dikelola menarik untuk di praktekkan. Dari situlah dapat disimpulkan bahwa usaha ternak ayam kalkun memiliki peluang yang bagus dan juga menjanjikan.

Demikianlah penjelasan tentang “Mengeruk Rupiah Dari Bisnis Ternak Ayam Kalkun”.

Pencarian terkait:

cara pemasaran kalkun , Ternak kalkun Ternak kalkun