Langkah memulai usaha waralaba berjualan burger untuk pemula

Langkah memulai usaha waralaba berjualan burger untuk pemula – Salah satu jenis kuliner yang berasal dari luar negeri, pasti sudah tidak asing lagi di ludah kita. Pasti anda sudah tau? Ya burger, burger merupakan makanan yang berbentuk tumpukan roti dengan isian daging dan sayuran yang khas tersebut, masyarakat Indonesia nyatanya dapat menerima kuliner asli negeri paman Sam tersebut dengan baik. Dengan sedikit adaptasi rasa, nyatanya burger kini telah menjadi salah satu jajanan yang banyak digemari.

Langkah memulai usaha waralaba berjualan burger untuk pemula

Langkah memulai usaha waralaba berjualan burger untuk pemula

Perkembangannya pun cukup cepat dan luas. Sejak awal dibawa masuk ke Indonesia oleh beberapa gerai brand resto luar negeri, burger saat ini sudah banyak ditemui di berbagai tempat bahkah hingga penjual keliling. Penggemar kuliner ini kebanyakan dari kalangan anak muda, yang umumnya selalu tertarik pada berbagai hal yang berbau Barat – termasuk makanannya. Oleh karena itu, membuka kedai atau kafe burger bisa menjadi pilihan usaha yang sangat menguntungkan.

Peluang bisnis franchise burger modal kecil

Bahan baku

Bahan baku utama untuk membuat burger adalah daging cincang dan roti. Kini, selain daging sapi, banyak usaha burger yang berinovasi dengan membuat burger dari daging ayam, bahkan tahu/tofu – sebagai variasi burger vegetarian. Daging yang digunakan adalah daging tanpa lemak. Jika ingin praktis, Anda bisa membeli berbagai jenis daging burger siap saji di pasaran. Namun, jika ingin mengutamakan kualitas dan cita rasa, sebaiknya Anda membuat sendiri daging burger Anda.

Roti untuk membuat burger memiliki ciri khas tersendiri, yaitu berbentuk bulat dan dapat dibagi menjadi dua bagian. Roti yang enak untuk membuat burger adalah yang tebal tapi tetap empuk dan lembut. Umumnya, khusus untuk roti, pengusaha – pengusaha burger tidak membuatnya sendiri, melainkan membelinya di pasar atau langsung dari produsennya. Jika Anda memiliki dana produksi berlebih, ada bagusnya juga jika mengalokasikannya untuk membuat roti sendiri sehingga burger Anda akan memiliki cita rasa berbeda dari burger – burger lainnya.

Cara membuat roti sendiri

Bahan – bahan :

  • 300 gr tepung terigu protein tinggi
  • ½ sdm/6 gr ragi instan
  • 35 gr gula pasir
  • 200 ml air es
  • 1 sdt garam
  • 50 gr tepung terigu protein sedang
  • 15 gr susu bubuk
  • 1 butir telur
  • 60 gr margarin

Cara membuat :

  • Campur tepung terigu, ragi instan, susu bubuk, dab gula pasir. Aduk rata.
  • Masukkan telur dan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai kalis. Tambahkan margarin dan garam.
  • Uleni kembali hingga benar – benar kalis (tidak menempel ditangan). Diamkan 30 menit.
  • Kempiskan adonan. Timbang masing – masing 30 gram. Bentuk bulat. Diamkan 30 menit.
  • Panggang dalam oven selama 12 menit dengan suhu 190 derajat celcius sampai matang.

Lokasi Usaha

Alternatif lokasi usaha burger adalah di depan minimarket. Biasanya, pihak minimarket sendiri yang menawarkan kerja sama bagi para pengusaha kuliner skala kecil untuk membuka usaha di depan minimarketnya. Sebagai bagian dari kesepakatan, para pengusaha kuliner harus membayar uang sewa. Selain itu, lokasi di depan pertokoan, di sekitar pusat perbelanjaan, serta di sekolah dan kampus adalah beberapa lokasi strategis untuk usaha burger. Apalagi, sebagian besar konsumen burger adalah kalangan anak muda yang memang banyak menghabiskan waktu di sekolah, kampus, dan pusat perbelanjaan.

Perlengkapan Usaha

Perlengkapan standar yang harus Anda miliki sebelum mendirikan usaha burger, antara lain gerobak atau etalase untuk menyimpan berbagai bahan baku dan perlengkapan lainnya. Peralatan memasak seperti kompor, wajan antilengket, dan spatula, serta wadah dan botol plastik untuk tempat sayuran dan aneka saus burger.

  • Gerobak/etalase Harga 1.500.000 – 2.000.000
  • Kompor Harga 150.000 – 300.000
  • Wajan antilengket dan spatula Harga 100.000 – 200.000
  • Aneka wadah dan botol plastik Harga 300.000 – 400.000
  • Peralatan makan Harga 200.000 – 300.000

Karyawan

Operasional usaha burger cukup sederhana. Oleh karena itu, semuanya bisa Anda lakukan sendiri. Atau, Anda juga bisa memercayakan operasional usaha ini kepada seorang karyawan yang sebelumnya telah diberi pelatihan. Pilihlah karyawan yang terampil, jujur, dan ramah.

Promosi

Selain memasang spanduk, Anda juga bisa menyebarkan brosur berisi berbagai penawaran menarik dari usaha burger Anda. Di awal usaha, cara berpromosi seperti ini terbukti efektif untuk memperkenalkan usaha pada orang banyak yang berpotensi menjadi konsumen burger Anda. Perlu diingat bahwa pelanggan tidak hanya datang karena burger yang dijual, kadang orang tertarik datang karena melihat keunikan dari tempat usaha. Oleh karena itu, bagus juga jika Anda memodifikasi gerobak atau etalase burger Anda, misalnya mengecatnya dengan warna – warna cerah atau membuat gerobak dengan bentuk yang unik.

Harga Burger

Penetapan harga sangat menentukan laku – tidaknya burger Anda. Harga harus disesuaikan dengan lokasi tempat usaha. Jika usaha berdiri di kawasan sekitar sekolah atau kampus, sebaiknya tetapkan harga yang tidak terlalu tinggi, misalnya antara Rp 6.000 – Rp 8.000. Sebaliknya, jika usaha berada di lingkungan pusat perbelanjaan atau perkantoran, Anda bisa mematok harga yang lebih tinggi, yaitu antara Rp 10.000 – Rp 15.000.

Risiko Usaha

Risiko yang paling sering dihadapi usaha burger adalah kenaikan harga bahan baku, yaitu daging. Untuk mengatasinya, belilah daging langsung dari pemasoknya, dan sebaiknya Anda memiliki lebih dari satu pemasok. Jadi, ketika harga di satu pemasok sedang tinggi, Anda bisa datang ke pemasok lainnya yang menawarkan harga lebih rendah.
Selain itu, isu – isu negatif, seperti merebaknya penyakit sapi gila, antraks, dan lain sebagainya dapat menyebabkan penurunan jumlah pembeli. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memberikan garansi bahwa burger buatan Anda 100% sehat dan bebas dari berbagai penyakit. Jaminan ini bisa Anda cetak di spanduk, brosur, dan daftar menu.

Contoh resep burger keju

Bahan – bahan :

  • 300 gr daging giling
  • 2 sdm kecap inggris
  • 1 ½ sdt garam
  • 1 sdt pala bubuk
  • 1 sdt kecap manis
  • ½ siung bawang bombay, cincang halus
  • 50 gr tepung panir halus
  • ½ sdt merica bubuk
  • ½ sdt gula pasir
  • 3 sdm susu cair
  • Bahan Pelengkap :
  • 6 buah roti burger
  • 6 lembar keju smoked slice
  • 30 gr saus sambal
  • 25 gr mustard
  • 6 lembar letus
  • 60 gr mayones
  • 60 gr saus tomat

Bahan Olesan :

  • 2 sdt kecap manis
  • 2 sdt margarin
  • 2 sdt kecap inggris

Cara membuat :

  • Daging burger : aduk rata bahan daging burger. Bentuk bulat pipih. Kemudian panggang daging sambil dioles bahan olesan dan dibolak – balik sampai matang.
  • Buka roti burger, letakkan letus, daging burger, keju smoked slice. Semprotkan mayones, saus sambal, saus tomat, dan mustard.
  • Menu ini untuk 6 orang : sebelum disajikan masukkan burger ke microwave atau panaskan sebentar dalam oven agar keju meleleh.

Analisa Usaha Burger

Asumsi

  • Masa pakai gerobak 4 tahun
  • Masa pakai peralatan masak 3 tahun
  • Masa pakai peralatan makan 3 tahun
  • Masa pakai peralatan tambahan 3 tahun

Investasi

  • Gerobak/etalase dan biaya renovasinya – 3.000.000
  • Peralatan masak – 500.000
  • Peralatan makan – 200.000
  • Perlengkapan tambahan – 100.000
  • Total Investasi = 3.800.000

Biaya Operasional per Bulan

  • Penyusutan gerobak/etalase 1/48 x Rp 3.000.000 = 62.500
  • Penyusutan peralatan masak 1/36 x Rp 500.000 = 13.888
  • Penyusutan peralatan makan 1/36 x Rp 200.000 = 5.555
  • Penyusutan perlengkapan tambahan 1/36 x Rp 100.000 = 2.777
  • Gaji karyawan = 700.000
  • Total Biaya Tetap = 784.720

Biaya variabel :

  • Daging sapi (3 kg x Rp 65.000/kg x 30 hari) – 5.850.000
  • Roti burger siap pakai (Rp 60.000/hari x 30 hari) – 1.800.000
  • Sayuran (Rp 30.000/hari x 30 hari) – 900.000
  • Saus, mayones, mustard, dan bumbu (Rp 30.000/hari x 30 hari) – 300.000
  • Sewa tempat – 50.000
  • Total Biaya Variabel 9.800.000
  • Total Biaya Operasional 10.584.720

Pemasukan per Bulan

Penjualan burger :
50 porsi x Rp 10.000 x 30 hari = Rp 15.000.000

Keuntungan per Bulan

Laba

total pemasukan – total biaya operasional
= Rp 15.000.000 – Rp 10.584.720
= Rp 4.415.289

Lama Balik Modal

Lama balik modal = total investasi/keuntungan
= Rp 3.800.000/Rp 4.415.289
= 0,86 bulan = 26 hari

Tips menjalankan bisnis franchise burger

  • Jika Anda punya mobil berukuran besar, Anda bisa menjadikannya tempat berjualan burger. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi membeli gerobak atau menyewa tempat usaha. Yang perlu Anda lakukan hanya merenovasi mobil tersebut sehingga bisa menjadi kedai burger keliling yang unik dan menarik
  • Tampilan burger sedikit – banyak akan memengaruhi minat orang untuk membeli burger Anda. Oleh karena itu, buatlah tampilan burger yang berbeda. Misalnya, dengan membuat burger berbentuk persegi atau berbentuk hati.
  • Sebagai alternatif, Anda juga bisa menyediakan burger khusus vegetarian, yang bisa dibuat dari tahu, tempe, atau jamur. Dengan demikian, Anda juga bisa menjaring konsumen yang memang tidak menyukai daging – dagingan.
  • Selain menjual burger, Anda juga bisa menjual menu lainnya sebagai pelengkap usaha kuliner burger seperti es teler atau es bubur buah.

Pencarian terkait:

Usaha burger untuk pemula