Investasi dan Peluang Bisnis Bibit Jati

Peluang bisnis bibit jati – Kayu pohon jati mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga anda, namun apakah anda mengetahui kalau usaha budidaya bibit jati bisa mendatangkan keuntungan yang besar??

peluang bisnis pembibitan jati

Pohon jati adalah tanaman keras yang kayunya sangat baik untuk digunakan sebagai bahan bangunan maupun perabotan rumah tangga, seperti, mebel, almari, meja dan lain sebagainya. Pohon jati dapat tumbuh di dataran rendah maupun didataran tinggi. Pohon jati memiliki pertumbuhan yang lambat, untuk bisa menghasilkan pohon jati yang siap diolah kayunya memang memerlukan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, usaha pembibitan pohon jati bisa menjadi ide bisnis sampingan tanpa harus menunggu terlalu lama.

Keuntungan Bisnis Bibit Jati

Di pasaran, harga jual jati terbilang tinggi jika dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Karena karakteristiknya tersebut, tanaman ini banyak diminati masyarakat sebagai investasi jangka panjang. Hal ini tentu membuka peluang tersendiri bagi bisnis bibit jati unggul. Selain berpeluang besar, bisnis bibit jati juga memiliki berbagai keunggulan, di antaranya :

  • Tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas.
  • Periode panen cepat (hanya 4—5 bulan dari penyemaian).
  • Perawatan dan pemeliharaan bibit tidak terlalu merepotkan.
  • Pada kondisi tertentu, panen juga dapat dilakukan apabila ada pesanan. Misalnya, pemesanan dari instansi pemerintah atau perusahaan swasta yang menginginkan karakteristik bibit jati tertentu dengan umur panen tertentu.

Secara umum, pelaku bisnis pembibitan dengan lahan dan modal terbatas dapat memulai bisnisnya dengan bermitra atau bekerja sama dengan pebisnis lainnya. Dengan pola ini, pemasaran bibit dapat dilakukan bersama-sama atau menjual bibit kepada perusahaan yang skalanya lebih besar. Dengan demikian, risiko usaha akan berkurang, sedangkan keuntungan tetap dapat maksimal.

Langkah – langkah pembibitan pohon jati

  • Pastikan benih jati yang digunakan berasal dari Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH). Hal ini bertujuan agar bibit yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan pertumbuhan yang sehat.
  • Jemur benih jati tersebut sampai betul-betul kering.
  • Setelah bibit jati itu kering, rendamlah bibit tersebut dengan campuran air accu dan air tawar dengan perbandingan 1 : 10 ( air accu 1 liter perlu air tawar 10 liter ) selama 3 hari. Selanjutnya benih jati tersebut diangkat dan ditiriskan atau ditus selama 0,5 sampai 1 hari.
  • Siapkan media tanam berupa tanah, pasir, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1 : 1. Tempatkan media semai yang telah tercampur rata ke dalam bak semai yang telah disediakan.
  • Setelah benih jati ditabur semua, kemudian benih tersebut kita timbun dengan pasir hitam setebal 1,5-2 cm. Kemudian kita tutup bedeng tersebut dengan plastik, kalau tidak ada plastik bisa kita tutup dengan dedaunan.
  • Selama di dalam bedeng, benih tidak boleh kering harus diatur kelembabannya.
  • Kemudian kita tunggu selama 2 – 3 minggu. Kalau sudah berkecambah harus kita pindahkan ke polibag yang sebelumnya sudah kita siapkan yang berisi tanah, pupuk kompos/kandang, dan sekam padi dengan perbandingan 1 : 3 : 2.

Cara pemeliharaan bibit jati

  • Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembapan media. Sebagai patokannya, bibit jati membutuhkan air sebanyak 20 m3/hektare/hari. Penyiraman dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Jika musim hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan.
  • Siangi gulma dan rumput yang berada di sekitar tanaman bersamaan saat penyortiran kualitas bibit. Tujuannya, untuk menghindari persaingan dalam proses penyerapan makanan. Penyiangan biasanya dilakukan secara manual menggunakan tangan.
  • Lakukan pemupukan sesuai dengan jenis dan dosis yang dianjurkan. Jenis pupuk yang digunakan berupa pupuk NPK dengan dosis 3—5 gram/polibag. Sementara itu, untuk bibit muda, pupuk yang digunakan 0,25—0,5 gram/polibag.

Pemanenan bibit jati

1.Bibit jati biasanya memiliki usia panen bibit saat berumur 4—5 bulan.

2.Pastikan bibit memenuhi kriteria sebagai berikut :

  • Media sarang dan akarnya kuat mengikat media di dalam polibag. Jika bibit dicabut dari polibag, media dan akar tetap menggumpal utuh, tetapi tetap berpori atau tidak padat.
  • Batang tunggal, kokoh, dan sudah berkayu. Bibit tumbuh tegak, antara diameter dan tinggi tampak seimbang. Tinggi bibit minimum 30 cm.
  • Pucuk sehat, daun segar, serta tidak terserang hama dan penyakit.

3.Pada saat pengangkutan waktu panen, hindari kondisi daun atau batang tertindih dengan media. Buatkan sungkup agar udara tidak langsung mengenai bibit. Jaga kelembapan di dalam angkutan dengan memberikan air. Waktu pengangkutan bibit maksimum mencapai tujuh hari.

Semoga artikel diatas membantu anda yang ingin mencoba peluang usaha pembibitan jati. Selain sebagai usaha sampingan, anda juga bisa menanam bibit pohon jati di lahan milik anda sendiri sebagai investasi jangka panjang yang mungkin hasilnya kelak bisa dinikmati oleh anak cucu anda.

Adakalanya anda akan mengalami kegagalan saat memulai sebuah bisnis baru. Namun tidak ada kesuksesan yang bisa di peroleh secara instan. Selamat mencoba . . .