Ide Bisnis Membudidayakan Ternak Burung Puyuh

Penjelasan Ide Bisnis Membudidayakan Ternak Burung Puyuh – Membudidayakan jenis burung yang relatif kecil dan tidak bisa terbang jauh ini kian meningkat saja di kalangan masyarakat. Burung puyuh yang biasa di sebut burung gemak ini merupakan bangsa burung liar yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat tahun 1870. Sedangkan di negara kita yaitu Indonesia pertama kali diternakan pada tahun 1979. Jenis burung puyuh yang biasa diternakkan adalah berasal dari jenis Coturnix Japonica. Produksi telur burung puyuh ini mencapai 250 – 300 butir per tahun dengan berat rata-rata 10 gram per butir. Disamping produksi telurnya, burung puyuh juga dimanfaatkan daging dan kotorannya. Ciri-ciri burung puyuh (Coturnix Japonica) adalah bentuk badannya relatif lebih besar dari jenis burung- burung puyuh lainya. Panjang badannya 19 cm, badannya bulat, ekor pendek, dan kuat, jari kaki empat buah, warna bulu coklat kehitaman.

Ide Bisnis Membudidayakan Ternak Burung Puyuh

Ide Bisnis Membudidayakan Ternak Burung Puyuh

Peluang Usaha dan Keuntungan Dalam Budidaya Burung Puyuh

Bukan hanya telur dan dagingnya saja yang bisa dimanfaatkan, kotoran puyuh juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk kandang. Sedangkan bagian bulunya bisa dibuat kemoceng ataupun alat pembersih lainnya yang berbahan dasar bulu. Sehingga kalian bisa mendapatkan keuntungan dari setiap manfaat yang dihasilkan oleh puyuh. Selain itu, untuk menjalankan ternak puyuh tidak dibutuhkan lahan yang luas karena ukuran tubuh puyuh relatif kecil. Untuk 1000 ekor puyuh kalian bisa menggunakan lahan berukuran 12 m2 saja. Maka dari itu, bisa dibilang jika ternak puyuh tidak terlalu makan tempat, kalian bisa memanfaatkan lahan yang tidak terpakai di rumah.
Puyuh termasuk ternak unggas yang bertubuh kecil, tetapi pertumbuhannya cepat dan cepat menjadi dewasa. Beberapa keuntungan yang dapat dikemukakan dengan beternak puyuh, meliputi :

  • Ternak ini merupakan sumber protein hewani sehingga dapat memperbaiki gizi keluarga.
  • Pemeliharaanya tidak memerlukan banyak tempat karena kandang seluas 1 m2 dapat menampung 50 ekor burung dewasa sehingga peternakan dapat diusahakan di halaman yang sempit.
  • Puyuh lebih tahan terhadap penyakit daripada ayam.
  • Kotoran tidak begitu berbau dan dapat pula dimanfaatkan sebagai pupuk.
  • Dapat menambah penghasilan sehingga efektif untuk usaha wiraswasta.

Cara Budidaya Ternak Burung Puyuh

Panduan Lengkap Cara Budidaya Ternak Burung Puyuh – Sebelum kalian memulai bisnis ternak burung puyuh, kalian harus menyiapkan atau menyediakan keperluan untuk berternak, diantaranya adalah :

  • Menyiapkan Kandang Untuk Burung Puyuh
    Ada dua jenis kandang untuk burung puyuh, pertama adalah dengan kandang sistem litter, dan kedua beternak dengan kandang baterai. Kedua cara ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pembuatan litter lebih efisien bila dibandingakn dengan membuat baterai, namun perawatan dan panen telur jauh lebih mudah bila kita membudidayakan puyuh petelur di kandang baterai. Pada litter telur sering sekali tertimbun tumpukan serbuk gergaji, sehingga sering terinjak oleh peternak yang hendak memanen telur.
    Kandang litter adalah sangkar dengan alas lantai terbuat dari serbuk atau butiran-butiran benda yang mampu menyerap air dan bersifat cukup lembut, jenisnya ada dua yaitu :
  1. Litter panggung: Biasa digunakan pada peternakan ayam broiler (ras), panggung ini sewaktu-waktu bisa diubah menjadi baterai, caranya cukup dengan mengangkat (membuang alas). Beberapa bahan dapat dijadikan litter : serbuk gergaji (serbuk kayu) sekam padi, dan jerami.
  2. Litter melantai, jenis ini selamanya hanya bisa menjadi kandang litter karena serbuk gergaji atau sekam akan ditebar di lantai dasar. Biaya melantai ini jauh lebih murah dibandingkan litter panggung.
    Ada beberapa tahapan dalam budidaya ternak burung puyuh. Masing-masing tahapan idealnya memerlukan persiapan kandang yang sesuai, diantaranya sebagai berikut :
  • Kandang untuk induk pembibitan
    Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.
  • Kandang untuk induk petelur
    Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.
  • Kandang untuk anak puyuh atau umur stater (kandang indukan)
    Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh). Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu).

  • Pemilihan Bibit Burung Puyuh
    Sebelum Anda menyiapkan bibit-bibit puyuh yang baik dan sehat, biasanya peternak harus membeli di peternakan puyuh yang telah berjalan lama dan sukses. Ketika membeli calon bibit induk sebaiknya yang berumur sekitar 3 minggu. Tak hanya itu, ketika membeli bibit, hendaknya bibit-bibit tersebut diberi atau disuntik dengan vaksin ND atau Newcastle disease atau tetelo. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa bibit-bibit induk ini akan memiliki kesempatan hidup yang lebih tinggi, walaupun sebenarnya burung puyuh yang sudah berusia sekitar 3 minggu ini jarang sekali ada yang mati. Pemilihan bibit burung puyuh merupakan tahapan yang penting dalam budidaya. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, diantaranya :
  1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari karier penyakit.
  2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
  3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

  • Pemberian Pakan Untuk Burung Puyuh
    Pada habitat aslinya burung puyuh memakan biji-bijian, daun serta serangga yang ditemuinya. Makanan yang diperoleh dari alam ini mampu mencukupi semua kebutuhan puyuh untuk bereproduksi. Pada setiap perkembangan dan pertumbuhannya, burung puyuh membutuhkan pakan dengan kualitas pakan yang berbeda. Umumnya pembedaan kualitas pakan ditandai dengan kadar protein kasar yang terkandung di dalam pakan tersebut. Sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar karena kualitas pakan tidak hanya tergantung pada kadar protein kasar yang terkandung didalamnya, tetapi juga kandungan zat-zat lain seperti karbohidrat, vitamin, lemak serta mineral. Burung puyuh yang berada pada periode starter umumnya membutuhkan pakan dengan kualitas tinggi, hingga mencapai 25%. Hal ini disebabkan puyuh yang berada pada periode starter ini belum mampu mengonsumsikan dalam jumlah banyak, sedangkan untuk proses pertumbuhannya membutuhkan zat-zat makanan dalam jumlah yang cukup.

  • Tahap Panen Burung Puyuh
    Tahapan yang paling ditunggu oleh seorang peternak burung puyuh adalah saat pemanenan. Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari pemanenan budidaya burung puyuh ini, yaitu :
  1. Hasil Utama
    Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.
  2. Hasil Tambahan
    Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja untuk pupuk kandang serta bulu puyuh sebagai bahan baku kerajinan tangan.

  • Mengatasi Penyakit Burung Puyuh
    Tindakan pertama yang dilakukan pada usaha pemeliharaan puyuh adalah melakukan pencegahan terjangkitnya penyakit pada ternak. Beberapa langkah mengatasi penyakit dalam beternak burung puyuh adalah sebagai berikut :
  1. Lahan yang digunakan untuk memelihara puyuh harus bebas dari penyakit menular.
  2. Menjaga sanitasi kandang, apabila digunakan kandang bekas puyuh yang telah terserang penyakit.
    Apabila kandang tersebut bekas puyuh sehat cukup dicuci dengan air biasa.
  3. Melakukan vaksinasi, vaksinasi bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh puyuh dari penyakit, terutama virus. Vaksinasi yang perlu diberikan adalah vaksin ND. Vaksinasi ND diberikan pada umur 2 hari, 15 hari, 30 hari, dan kemudian diulang setiap 2 bulan sekali dengan dosis separuh dari dosis ayam ras.
  4. Mengadakan isolasi, penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan, barang, atau orang yang masuk kandang atau lokasi kandang. Pergantian petugas kandang selama masa produksi sebaiknya tidak dilakukan.
  5. Pengambilan telur sebaiknya hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada pagi hari (pukul 07.00–08.00) dan pada sore hari (pukul 15.00-16.00).

Itulah referensi ide bisnis membudidayakan ternak burung puyuh, semoga bermanfaat dan membantu buat kalian untuk memulai dalam berbisnis ternak burung puyuh, khususnya bagi pemula.

 

Pencarian terkait:

Harga pakan puyuh 2017 , daftar harga pakan puyuh petelur , harga pakan puyuh petelur 2016 , harga pakan puyuh petelur 2017 , harga pakan puyuh petelur , jenis puyuh hias , pakan puyuh aduan , cara membuat kandang puyuh bertingkat , daftar harga pakan puyuh petelur 2016 , harga pakan puyuh , cara ternak puyuh umbaran , keunggulan pakan puyuh pp3 , tabel harga pakan puyuh petelur , kadang ternak puyuh dari besi siku , pakan puyuh terbaik 2017 , pakan puyuh pp3 , harga pakan puyuh perkarung 2017 , cara membuat wadah pakan puyuh , daftar harga pakan puyuh , daftar harga pakan puyuh bertelur 2017 , daftar pakan puyuh pp3 , harga pakan burung puyuh , harga pakan burung puyuh 2017 , harga pakan puyuh / karung , burung puyuh hias , TERNAK BURUNG PUYUH UMBARAN