Cara Sukses Budidaya Burung Walet Hasil Jutaan Rupiah

Cara Sukses Budidaya Burung Walet Hasil Jutaan Rupiah – Burung Walet merupakan burung pemakan serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Burung ini berwarna gelap, terbangnya cepat dengan ukuran tubuh sedang atau kecil, dan memiliki sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing, kakinya sangat kecil begitu juga paruhnya dan jenis burung ini tidak pernah hinggap di pohon. Burung walet mempunyai kebiasaan berdiam di gua-gua atau rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang sampai gelap dan menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.

Harga sarang burung walet antara tujuh juta sampai empat belas juta rupiah per kilogram tergantung kualitasnya. Ada empat kelas sarang burung walet yang dihasilkan di Indonesia.

1. Kelas keempat adalah sarang yang paling kotor sehingga harganya paling murah. Sarangnya sangat kotor karena telur walet sudah ditetaskan atau terbuat dari air kotor Harga sarang kelas empat kira-kira tujuh sampai delapan juta rupiah per kilogram.
2. Kelas ketiga agak kotor tetapi terbuat dari air liur dan bulu burung. Sarang kelas tiga berharga kira-kira delapan sampai sembilan juta rupiah per kilogram.
3. Sarang walet kelas dua tidak terbuat dari bulu burung tetapi sarangnya masih sedikit kotor. Kotornya bisa dikarenakan burung tersebut bertelur tetapi telurnya kemudian diambil setelah menetas. Harga sarang kelas dua kira-kira sepuluh sampai dua belas juta rupiah per kilogram.
4. Kelas yang tertinggi adalah sarang yang paling bersih, warnanya sangat putih dan tidak ada bulu burung. Sarang seperti ini adalah sarang yang paling banyak diminta dari pemilik gedung walet karena harga sarang ini paling tinggi, kira-kira dua belas sampai empat belas juta rupiah per kilogram.

Cara Sukses Budidaya Burung Walet Hasil Jutaan Rupiah

Cara Sukses Budidaya Burung Walet Hasil Jutaan Rupiah

Panduan Budidaya Burung Walet Yang Benar

Ada beberapa faktor yang sangat penting untuk budidaya sarang burung walet, yaitu lokasi, iklim, kondisi lingkungan, bentuk bangunan, faktor makanan serta teknik memancing walet. Semua faktor ini sangat penting untuk keberhasilan peternakan burung walet. Di samping itu, gedung burung walet harus seperti gua liar karena itulah habitat asli burung walet.

A. Persyaratan Lokasi Sarang
Persyaratan lingkungan lokasi kandang diantaranya adalah :

  • Dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1000 mdpl.
  • Daerah yang jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat.
  • Daerah yang jauh dari gangguan burung-burung buas pemakan daging.
  • Persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, rawa-rawa merupakan daerah yang paling tepat.

B. Penyiapan Sarana Dan Peralatan
Gedung untuk kandang walet harus memiliki suhu, kelembaban dan penerangan yang mirip dengan gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C dan kelembaban ± 80-95 %. Pengaturan kondisi suhu dan kelembaban dilakukan dengan cara, yaitu :

  • Melapisi plafon dengan sekam setebal 2° Cm
  • Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam gedung.
  • Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk “L” yang berjaraknya 5 m satu lubang, berdiameter 4 cm.
  • Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak terpakai.
  • Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yang berbentuk corong dari goni atau kain berwarna hitam sehingga keadaan dalam gedung akan lebih gelap. Suasana gelap lebih disenangi walet.

C. Bentuk dan Konstruksi Gedung
Umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10×15 m 2 sampai 10×20 m 2. Makin tinggi wuwungan (bubungan) dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet. Rumah tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi. Tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan bagian luar dari campuran semen.

D. Memancing Burung Walet
Sesudah gedung siap digunakan untuk peternakan burung walet, ada beberapa metode untuk memancing burung dari gua, gedung yang lain atau burung yang sudah bersarang di tempat lain sehingga burung tersebut mau bersarang di dalam gedung baru. Karena burung walet membuat sarang dengan daun dan air liur, dimana daun pinus adalah daun yang paling disukai, dengan menggantungkan daun pinus di gedung adalah metode yang sangat mudah, murah dan mujarab. Oleh karena itu, motode ini adalah metode yang sangat biasa digunakan.

E. Panen
Sarang burung walet dapat diambil atau dipanen apabila keadaannya sudah memungkinkan untuk dipetik. Untuk melakukan pemetikan perlu cara dan ketentuan tertentu agar hasil yang diperoleh bisa memenuhi mutu sarang walet yang baik. Jika terjadi kesalahan dalam menanen akan berakibat fatal bagi gedung dan burung walet itu sendiri.

F. Pascapanen
Setelah hasil panen walet dikumpulkan dalu dilakukan pembersihan dan penyortiran dari hasil yang didapat. Hasil panen dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel yang kemudian dilakukan pemisahan antara sarang walet yang bersih dengan yang kotor.

Manfaat Budidaya Burung Walet

Hasil dari peternakan walet ini adalah sarangnya yang terbuat dari air liurnya (saliva). Sarang walet ini selain mempunyai harga yang tinggi, juga dapat bermanfaat bagi duni kesehatan. Sarang walet berguna untuk menyembuhkan paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran darah dan penambah tenaga.

Kesimpulannya adalah peluang usaha sarang burung walet merupakan komoditi ekspor yang bernilai tinggi. Kebutuhan akan sarang burung walet di pasar internasional sangat besar dan masih kekurangan persediaan. Hal ini disebabkan oleh masih kurang banyaknya budidaya burung walet. Selain itu juga produksi sarang walet yang telah ada merupakan produksi dari sarang-sarang alami. Peternakan burung walet sangat menjanjikan bila dikelola dengan baik dan intensif.