Cara Sukses Budidaya Belut Modal Kecil

Penjelasan Cara Sukses Budidaya Belut Modal Kecil – Membahas jenis ikan yang memiliki bentuk badan mirip dengan ular ini serasa tidak akan pernah ada habisnya. Memulai bisnis budidaya belut bukanlah hal yang sulit, belut termasuk hewan yang dapat hidup ditempat yang kotor bahkan didalam lumpur. Namun untuk bibit belut harus menggunakan air yang bersih dan terbebas dari pencemaran bahan kimia. Modal awalpun yang dibutuhkan tidaklah besar.

cara sukses budidaya belut modal kecil

cara sukses budidaya belut modal kecil

Habitat belut adalah di air tawar, seperti sungai, danau, rawa-rawa dan sawah. Belut menyukai perairan yang banyak mengandung lumpur seperti sawah, rawa- rawa, kolam ikan, dan pinggiran danau. Belut menyukai perairan tersebut, karena belut merendam atau mengubur diri dalam lumpur. Oleh karena itu, belut spesies Monopterusalbus/ Fluta alba dikenal sebagai belut sawah karena populasi terbesarnya terdapat di sawah. Belut membuat lubang persembunyian didalam lumpur. Pada siang hari belut bersembunyi didalam lubangnya dan akan keluar mencari makan pada malam hari. Karena itu, belut dikenal sebagai hewan nokturnal (nocturnal) atau hewan yang aktif pada malam hari. Belut bertahan pada perairan yang minim oksigen dan kekeringan, asalkan masih becek dan tubuhnya masih basah. Hal ini karena belut mempunyai alat pernapasan tambahan, yaitu berupa kulit tipis berlendir yang terdapat dirongga mulut. Alat tersebut berfungsi untuk menyerap oksigen secara langsung dari udara, selain itu insangnya yang digunakan untuk menghirup oksigen didalam air. Organ pernapasan pada ikan biasanya terdapat pada ikan yang hidup diperairan minim oksigen, seperti ikan yang hidup diperairan bersuhu tinggi, air tenang, atau perairan yang miskin oksigen akibat adanya penguraian bahan organik.

Manfaat Dan Khasiat Belut Untuk Kesehatan

  • Mencegah Anemia, karena terdapat kandungan zat besi dimana fungsinya cukup baik untuk mencegah tubuh kekurangan sel darah merah (hemoglobin) dan juga masalah lain terkait seperti tubuh lemah, sering pusing.
  • Melancarkan sirkulasi atau peredaran darah dalam tubuh, manfaat ini terkait dengan zat besi dimana bisa mencegah penggumpalan darah dan juga mencegah hipertensi.
  • Menambah dan mengembalikan stamina khususnya bagi kalangan pria yang lemah serta capek akibat kerja.
  • Menjaga kesehatan mata serta mengembalikan kejernihan pandangan, baik untuk mencegah rabun atau mata minus.
  • Baik untuk ibu menyusui guna menopang kebutuhan gizi bagi janin khususnya dalam menunjang pertumbuhan bayi.
  • Menguatkan tulang, gigi, dan juga kuku. Menopang juga pertumbuhan anak, dan mencegah terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Baik Untuk ibu hamil yang ingin menjaga dan memaksimalkan pertumbuhan janin dalam kandungan. Hal ini karena belut kaya akan asam folat dan protein dimana bisa membantu dalam meningkatkan perkembangan khususnya sistem syaraf dan otak. Belut juga dipercaya bisa mempermudah proses melahirkan.
  • Menguatkan sistem imun dalam menjaga kesehatan sehingga tidak mudah sakit atau terserang penyakit.
  • Menghangatkan tubuh dan juga mengatasi berbagai masalah sistem pencernaan.
  • Menambah selera makan.

Dan kali ini kita akan membahas tentang membudidayakan usaha belut, belut membutuhkan media tempat dimana kita bisa merawatnya atau mengolahnya, media tersebut meliputi :

  • Drum atau Tong
    Untuk pemanfaatan lahan yang terbatas atau sempit, budi daya belut dapat dilakukan dengan memanfaatkan drum/tong, baik berupa drum plastik maupun drum seng. Namun suhu media budi daya berupa drum/tong cenderung panas, jika memilih drum berbahan seng, pilih yang tidak banyak berkarat dan bukan bekas penyimpanan bahan kimia yang berbahaya. Jika terpaksa, bersihkan drum atau tong dengan baik. Sebelum digunakan, periksa drum dari kemungkinan kebocoran. Selanjutnya lakukan pengecatan pada drum agar tidak mudah berkarat.drum plastik mempunyai umur ekonomis lebih lama dari drum seng, karena drum seng apabila berkarat terus menimbulkan lubang. Kekuatan drum bisa mencapai 2 – 4 tahun.
  • Kolam Tembok
    Konstruksi kolam dapat dibuat dari batu kali, batu bata, atau batako yang direkatkan dengan campuran pasir dan semen. Selanjutnya, kolam dilengkapi dengan saluran pemasukan dan saluran pembuangan air. Saluran pemasukan dibuat lebih tinggi dari saluran pembuatan. Adapun saluran pembuangan dibuat pipa berdiamter 8 inci dengan ketinggian kurang dari 10 cm dari permukaan tanag media belut. Dengan begitu, pembuangan air saat pemanenan sekaligus pengeluaran media budi daya dapat dilakukan dengan mudah melalui pipa pembuangan.
    Sebelum digunakan kolam tembok dibiarkan beberapa minggu. Selain itu masukkan dan rendam sabut kelapa, daun atau pelepah pisang kedalam kolam yang berisi air. Selanjutnya lakukan cuci kolam minimal 3 kali atau sampai kolam tidak berbau semen. Pencucian dilakukan dengan menggunakan gosokan daun pepaya, daun pisang, sabut kelapa, atau pelepah pisang.
    Terdapat dua cara pembuatan kolam tembok :
    Yang pertama harus dibuat diatas permukaan tanah dengan dasar kolam sejajar atau rata dengan permukaan tanah. Dan yang kedua di dalam tanah dengan cara melubangi tanah dasarnya terlebih dahulu sehingga dinding kolam hanya terlihat beberapa sentimeter di atas permukaan tanah.
  • Kolam Terpal
    Kolam terpal termasuk kolam yang cukup praktis. Hal ini disebabkan kolam dapat dibuat di segala tempat. Hal yang perlu diperhatikan yaitu penyesuaian volume kolam karena berpengaruh terhadap beban yang ditanggung oleh kerangka, dan dapat digunakan hanya 2 tahun. Kolam dibuat dengan beberapa cara, yaitu kolam terpal dengan kerangka pipa ledeng (Knock down) atau bambu. Dan kolam terpal di lubang tanah, dengan cara melubangi atau menggali tanah terlebih dahulu sedalam 0,5 – 0,75 m. Adapun luas galian tanah untuk kolam bervariasi. Lubang kolam dilapisi dengan terpal yang lebih lebar dari luas ukuran kolam. 
  • Kolam Jaring
    Kolam jaring biasanya sering untuk budi daya ikan mas, nilam tawes dan lele, namun didalam jaring untuk budi daya belut, perlu media tanah lumpur dan bahan organik. Masa pakai kolam jaring tidak terlalu lama, hanya sekitar dua tahun. Cara pembuatan kolam jaring adalah :
    Sebaiknya memiliki kedalaman air sama dengan tinggi media yang disusun secara bertumpuk kemudian ditambah ketinggian air dari permukaan media budi daya. Jika lapisan media budi daya setinggi 80 cm dan tinggi air 5 – 10 cm maka kedalaman air kolam sebaiknya sekitar 0,85 – 0,9 m. Diusahakan kolam yang digunakan dapat dikeringkan pada waktu pasca operasional. Sebaiknya kolam yang digunakan untuk budi daya belut dengan jaring merupakan kolam yang agak tertutup atau beraliran air pelan. Kolam belut tetap membutuhkan adanya pergantian air untuk membuang gas atau buih dari hasil fermentasi atau dekomposisi bahan organik.

Tips Memilih Benih Belut

Pemilihan bibit belut merupakan hal yang sangat penting, ukuran ideal bibit belut berkisar antara 1-2 cm, namun tergantung dari jenis belut itu sendiri. Agar memperoleh belut berkualitas baik dan tidak menghasilkan keturunan abnormal, benih yang dipilih harus memenuhi syarat, meliputi :

  • Anggota tubuhnya masih utuh dan mulus, yaitu tidak ada luka bekas gigitan.
  • Gerakan tubuhnya lincah dan agresif.
  • Penampilannya sehat yang dicirikan dari tubuhnya yang keras, tidak lemas jika di pegang.
  • Tubuhnya berukuran kecil dan berwarna kuning kecoklat-coklatan.
  • Usianya berkisar 2 bulan – 4 bulan.

Memilih induk belut yang baik dapat dikenali dari penampilannya. Untuk mengetahui induk belut yang baik, berikut diberikan ciri-ciri induk belut jantan dan induk belut betina :

Ciri-Ciri Induk Belut Jantan :

  • Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
  • Warna permukaan kulit lebih gelap atau abu – abu.
  • Bentuk kepala tumpul.
  • Usianya diatas sepuluh tahun.

Ciri-Ciri Induk Belut Betina :

  • Berukuran panjang antara 20 cm -30 cm.
  • Warna permukaan kulit lebih cerah atau lebih muda.
  • Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perutnya.
  • Bentuk kepala runcing.
  • Usianya dibawah sembilan bulan.

Belut ini mudah berkembang biak di alam, tetapi juga tidak sulit dikembangbiakkan di kolam, asal media dikolam menyerupai habitat aslinya. Secara alami berkembangbiak setahun sekali, tapi dengan masa perkawinan yang amat panjang yaitu mulai dari musim penghujan sampai dengan permulaan musim kemarau. Dalam perkawinan telur-telur dari betina akan dikeluarkan disekitar lubang dibawah busa-busa yang mengapung pada permukaan air. Telur yang sudah dibuahi selanjutnya akan dicakup belut jantan untuk disemburkan dan diamankan dalam lubang persembunyian. Kemudian belut jantanlah yang akan menjalani tugas menjaga telur–telur tersebut sampai menetas. Selama menjaga telur ini belut jantan galaknya bukan main. Setiap mahluk yang mendekat ke sarang pasti akan diserang. Telur–telur dialam akan menetas setelah 9-10 hari kemudian. Tetapi untuk dikolam pendederan dan pemijahan telur-telur belut akan menetas dalam waktu 12-14 hari. Sewaktu baru menetas warna anak belut kuning setelah itu pelan–pelan berubah menjadi kuning kecoklatan dan selanjutnya menjadi coklat muda. Anak–anak belut yang sudah menetas sementara masih diasuh oleh belut jantan selama dua minggu. Setelah berumur 15 hari anak-anak belut sudah bisa berenang sendiri dan meninggalkan sarana penetasan. Mereka sudah mampu menggali lubang dan mencari makanan sendiri tempat lain. Karena belut menyukai binatang hidup, maka tidak mudah belut untuk mencari makanannya. Untuk itu belut mnyergap mangsanya dengan menbuat lubang perangkap. Lubang ini dibuat dengan menggali Lumpur, baik ditepian perairan maupun ditengah sawah atau rawa. Lubang penyergap ini bergaris tengah 5 cm dan memanjang seperti terowongan. Bentuk lubang mula-mula tegak ke bawah lalu membengkok dan mendatar.

Tips Panen Dan Pemasaran Budidaya Belut

Untuk memanen belut, diperlukan ketepatan waktu panen dan cara panen. Wadah penampungan juga perlu disiapkan untuk membawa belut hasil panen di lokasi penjualan. Selain itu, pengambilan lumpur biasanya membutuhkan alat bantu berupa papan. Pindahkan lumpur atau media budidaya ke bak lain sedikit demi sedikit. Dengan pengambilan atau pemindahan lumpur tersebut, maka belut akan merasa terancam terganggu, secara naluri belut akan menyingkir ke tempat lain yang lebih aman. Setelah lumpur habis maka belut sawah tinggal diambil untuk dipindahkan ke wadah penampungan.
Belut merupakan makanan konsumsi manusia. Untuk itu, belut dapat dipasarkan di pasar-pasar ikan dan pasar tradisional. Saat ini di Bandung masih mudah menjual belut. Jumlah permintaan saat ini masih sangat besar, di pasar Kosambi Bandung masih membutuhkan jumlah dari 100 Kg belut hidup perhari. Dipasar Ciroyom Bandung setiap harinya juga membutuhkan lebih dari 500 Kg belut hidup. Dengan harga eceran rata-rata Rp. 15.000,- sampai dengan Rp. 20.000 per Kg nya. Untuk belut yang jumlah per Kg nya sebanyak 20-30 ekor. Sedangkan di Jakarta saja kebutuhan konsumsi belut mencapai 20 ton perhari, bayangkan saja 20 ton bukan jumlah yang kecil. Dan untuk kota Yogyakarta bahkan lebih banyak dengan membutuhkan sekitar 30 ton perharinya, dan itu baru untuk memenuhi kebutuhan industri pengolah belut skala rumah tangga, belum terhitung belut konsumsi untuk masyarakat. Sama halnya pada kota-kota besar di Negara kita lainnya, paling tidak dalam satu kota minimal membutuhkan 5 ton belut setiap harinya. Karena belut memiliki rasa yang sangat gurih jika dimakan, mungkin hal itu adalah salah satu penyebab semakin meningkatnya pemasaran ikan jenis belut ini, baik untuk konsumsi langsung (untuk lauk) maupun yang sudah diolah dengan berbagai masakan. Bahkan banyak yang mempercayai bahwa daging belut memiliki khasiat yang baik untuk tubuh, ada yang mengkonsumsi dalam keadaan mentah atau malah meminum darah dari belut. Pemasaran belut di Negara kita sangatlah mudah, untuk itu jika kalian sebagai pengusaha belut maka tidak perlu bimbang bagaimana untuk menjual belut hasil panen.

Demikianlah penjelasan tentang Cara Sukses Budidaya Belut Modal Kecil. Karena usaha itu tidak harus dengan modal yang sangat besar, semoga referensi ini membantu dan bermanfaat untuk kalian yang mau berbisnis usaha ternak belut.