Cara Meraih Keuntungan Besar Bisnis Ternak Burung Merpati

Bisnis Ternak Burung Merpati – Membudidayakan ternak burung dara dengan tujuan diambil dagingnya belum banyak dijalankan secara umum oleh masyarakat. Selama ini, unggas pedaging yang paling banyak dibudidayakan oleh para peternak adalah budidaya ayam kampung, ayam pedaging, burung puyuh dan bebek. Burung dara, selain memiliki masa bertelur yang cukup cepat, juga tergolong sebagai unggas dengan perawatan sangat mudah, tahan terhadap serangan penyakit dan tidak menyita biaya perawatan yang tinggi.

Cara Meraih Keuntungan Besar Bisnis Ternak Burung Merpati

Cara Meraih Keuntungan Besar Bisnis Ternak Burung Merpati

Cara Budidaya Ternak Burung Merpati

Untuk memulai budidaya burung dara pedaging, bisa dilakukan berdasarkan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Pemilihan Lokasi Burung Merpati
    Burung dara tergolong burung yang paling mudah dalam melakukan adaptasi terhadap lingkungan. Burung ini mampu hidup dan berkembang biak di daerah dingin atau panas, berkelembaban rendah maupun tinggi. Burung dara juga terbukti sebagai unggas yang dapat hidup secara bebas maupun diternakkan mulai dari zaman kuno hingga zaman modern. Artinya, burung dara memiliki daya tahan hidup yang cukup tinggi pada lingkungan apapun. Di desa, di kota, di pantai, di pegunungan, burung dara bisa hidup, tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • Persiapan Kandang Burung Merpati
    Beternak burung dara bisa jadi dapat berpengaruh terhadap keadaan lingkungan sekitar, terutama dalam hal bau kotoran. Untuk itu, budidaya burung dara pedaging sebaiknya dilakukan pada lingkungan yang cukup jauh dari pemukiman misalnya di pekarangan belakang rumah atau dibuatkan kandang secara khusus yang berdiri sendiri dan terpisah dari rumah tempat tinggal. Namun, bau kotoran burung dara bisa diminimalkan dengan cara menjaga kandang agar tetap bersih dari kotoran. Berbagai desain kandang telah banyak dibuat oleh para ahli-ahli peternakan sehingga kandang selalu bisa dalam keadaan bersih dan tidak menimbulkan bau yang menyengat. Desain kandang terbaru dan modern ini bahkan memungkinkan untuk melakukan aktivitas berternak di halaman depan rumah.
  • Pemilihan Indukan Burung Merpati
    Jika tujuan budidaya burung dara adalah untuk diambil dagingnya, maka indukan yang dipilih sebaiknya adalah yang memiliki karakter yang sesuai yaitu berukuran besar, mengandung daging yang banyak dan memiliki berat yang cukup tinggi. Karakter burung dara semacam ini bisa didapatkan pada burung dara jenis megan atau biasa disebut sebagai burung dara Magelang karena banyak didapatkan di kota Magelang, Jawa Tengah. Umumnya, burung dara megan ini memiliki warna hitam dengan variasi biru atau hijau yang abstrak. Yang paling menonjol adalah ukurannya yang terlihat jauh lebih besar daripada ukuran burung dara pada umumnya.
  • Persiapan Pakan Burung Merpati
    Burung dara tidak memerlukan pakan yang mahal. Cukup jagung giling atau biasa disebut beras jagung untuk burung dara yang masih berusia bayi hingga 1 bulan dan siap untuk dipanen. Sedangkan untuk indukan, cukup digunakan jagung pipilan yang belum digiling. Harganya berkisar Rp4.000,00/kg. Sebagai variasi, bisa juga diberikan nasi karak, yaitu nasi sisa yang telah dikeringkan. Harga nasi karak juga sangat murah. Yaitu tidak lebih dari Rp2.000,00/kg. Untuk meningkatkan kecepatan tumbuh bayi burung dara, bisa diberi pakan unggas formula khusus yang biasa disebut starter feed. Lipur khusus untuk bayi unggas ini dikenal sangat ampuh untuk menjadikannya tumbuh dengan pesar dalam waktu hanya 30 hari. Harganya mulai Rp6.000,00/kg untuk pembelian di toko grosir atau Rp9.000,00 untuk pembelian di toko pengecer. Selain makanan formula, ditambahkan pula minuman formula yang diberi larutan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan.
  • Cara Panen Burung Merpati
    Bayi burung dara yang diternakkan secara intensif dengan pemberian pakan dan vitamin formula pertumbuhan bisa dipanen dalam waktu hanya 30 hari ketika berat tubuhnya mencapat 300 gram atau lebih. Bisa jadi, ketika mencapai berat tubuh ini, burung dara masih bersuara seperti suara piyik, bahkan sayapnya belum ditumbuhi bulu secara sempurna sehingga belum bisa terbang. Namun, karena tujuan utama budidaya ini adalah untuk diambil dagingnya, maka proses panen sudah bisa dilakukan.

Tips Untuk Pakan Anakan Burung Merpati

Pakan yang paling umum diberikan adalah jagung, selain mudah didapatkan dipasaran juga murah harganya. Pemberian pakan bisa dilakukan 2 kali sehari atau 1 kali sehari. Pilihan tergantung pada ketersediaan waktu kalian untuk memberikan pakan pada merpati. waktu yang tepat jika pemberian pakan 2 kali sehari yaitu jam 7 dan jam 4 sore. Waktu fleksibel tergantung waktu kalian, yang penting memberikan pakan pada saat terang. jika waktu kalian hanya cukup memberikan pakan 1 kali dalam sehari, kalian cukup memberikannya pada sore hari.

Hal-hal yang perlu kalian perhatikan saat pemberian pakan :

  • Pakan yang diberikan hanya 1 jenis saja pada satu waktu, kalau 2 atau 3 jenis biasanya merpati akan mengacak-acak makanan, sesuai dengan yang dia mau.
  • Air minum sebaiknya selalu tersedia setiap saat.
  • Buat tempat pakan yang cukup lebar agar merpati tidak berebut. kecuali jika merpati terpisah pada lain-lain kandang.
  • Jangan pernah menempatkan pakan setiap saat, sediakan pakan sesuai waktu yang anda tetapkan saja.
  • Variasi jenis pakan sangat membantu dalam menjaga selera makan merpati.
  • Pisahkan burung yang selalu membuat keributan saat makan.
  • Perhatikan burung yang tidak kebagian makan agar diberi kesempatan untuk makan cukup.
  • Perhatikan setelah makan, burung harus minum.
  • Berikan serbuk grit atau kulit telur yang telah kering dan dihancurkan minimal sebesar diameter jagung terkecil secara berkala seminggu sekali atau 2 minggu sekali.

Demikian lah penjelasan tentang “Cara Meraih Keuntungan Besar Bisnis Ternak Burung Merpati”. Semoga berguna dan bermanfaat.

 

Pencarian terkait:

distributor jagung pakan merpati , cara meningkatkan nafsu makan merpati