Budidaya Tabulampot Bukan Lagi Sekedar Hobi

Peluang emas usaha pembibitan tabulampot – Ketika zaman kian bergerak maju, perkembangan penduduk dunia pun bergerak pula dengan cepatnya. Populasi manusia di seluruh permukaan bumi ini kemudian memerlukan ruang tempat tinggal untuk mempertahankan hidup.

peluang usaha pembibitan tabulampot

Tidak sedikit dari areal pertanahan yang dahulu ditanami pepohonan kini berubah menjadi areal perumahan tempat tinggal manusia. Lahan-lahan untuk tanaman kian menyempit sehingga di hampir semua kota besar di dunia, lahan tempat tumbuhnya tanaman-tanaman penghasil buah pun menyusut. Bahkan, tidak sedikit yang sama sekali hilang.

Sementara itu, kebutuhan manusia akan buah-buahan tidak pernah menurun, malahan kian meningkat dari tahun ke tahun. Berbagai upaya pun dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan akan buah-buahan. Ada yang melakukan pengembangan genetika sehingga diperoleh bibit tanaman buah yang unggul, ada pula yang mengambil jalan pintas dengan mengimpor buah dari negara lain.

Di antara sekian banyaknya upaya manusia memenuhi kebutuhan buah, terdapat satu upaya lain yang dianggap dapat mengatasi permasalahan penanaman buah-buahan. Cara ini dapat dilakukan di lingkungan rumah tanpa memerlukan lahan yang banyak. Dengan cara ini kita dapat menanam tanaman buah-buahan dengan menggunakan pot atau wadah serupa itu. Cara ini kemudian dikenal dengan istilah tabulampot

Dunia agribisnis merupakan salah satu bidang yang dikembangkan dalam pembinaan gerakan kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Pada aspek ini, terdapat berbagai peluang kreatif yang dapat dimanfaatkan bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam mengatasi langka dan sempitnya lapangan kerja formal yang ada saat ini.

Salah satunya yang bisa di eksplor adalah peluang usaha tabulampot. Tabulampot yang memiliki akronim tanaman buah dalam pot, sekarang ini tidak hanya menjadi sebuah hobi, namun juga dapat mendatangkan rezeki.

Tanaman buah dalam pot (Tabulampot) memang bukan hal yang baru. Aktivitas pengembangan tabulampot telah dikembangkan sejak pertengahan dekade 1980-an. Bahkan, di berbagai tempat di Indonesia terdapat komunitas penggemar tabulampot yang jumlahnya tidak sedikit.

Meskipun demikian, kekayaan hortikultura Indonesia seakan tidak pernah habis menantang kreativitas para pelaku dan penggemar tabulampot. Banyak kreasi tabulampot dikembangkan dan dibudidayakan untuk memenuhi segi-segi produksi, efisiensi, dan kreativitas. Secara sadar, tabulampot telah menjadi sebuah peluang usaha yang menjanjikan bagi sebagian warga masyarakat. Bahkan, tidak sedikit orang menggantungkan kehidupan dari budidaya tabulampot ini.

Buah Apa Saja yang Dapat Dijadikan Tabulampot?

Pada dasarnya, hampir semua jenis tanaman dapat dibudidayakan dalam pot, termasuk tanaman buah. Berbagai jenis buah yang ada di sekitar kita dapat dibudidayakan dalam bentuk tabulampot. Berikut ini beberapa jenis tanaman buah yang dapat kita tanam dengan sistem tabulampot.

  • Mangga
  • Sawo
  • Belimbing
  • Anggur
  • Kelengkeng / Lengkeng
  • Rambutan
  • Srikaya
  • Jeruk
  • Buah naga
  • Semua Jenis Jambu
  • mangga, dll.

Pembibitan dan Penanaman Tabulampot

tanaman buah dapat dikembangbiakkan secara generatif maupun vegetatif. Cara ini pun dapat dilakukan untuk tanaman buah yang akan ditanam dalam pot. Akan tetapi, perlu dipertimbangkan bahwa prinsip utama pembudidayaan tabulampot adalah sisi artistik tanaman yang bersangkutan yang dikaitkan dengan produktivitas tanaman. Artinya, akan sia-sia jika kita menanam sebuah pohon dalam pot yang bagus tetapi pohon itu sama sekali tidak menghasilkan buah. Tabulampot akan tampak indah dan menarik jika tanaman di dalamnya tumbuh dengan subur serta menghasilkan buah.

Dengan pertimbangan produktivitas itulah maka proses pembibitan tanaman untuk tabulampot harus dilakukan secara selektif dan tepat agar tanaman mampu memproduksi buah dengan cepat, baik, dan berkesinambungan. Ada beberapa cara pembibitan tanaman buah yang dilakukan orang untuk tabulampot agar memperoleh hasil yang optimal, di antaranya adalah dengan teknik cangkok, teknik okulasi, teknik stek, dan teknik sambung.

Media Tanam dan Pemilihan Pot untuk Tabulampot

A. Media Tanam Tabulampot

Unsur yang sangat menentukan dalam pembudidayaan tabulampot adalah media tanam. Secara sederhana, media tanam untuk tabulampot dapat didefinisikan sebagai tanah gembur yang subur. Akan tetapi, tanah gembur dan subur tidak mudah diperoleh di setiap tempat, sehingga diperlukan upaya rekayasa media tanam agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Media tanam adalah salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan penanaman tanaman buah dalam pot, karena umumnya media tanam tabulampot jumlahnya dibatasi oleh volume pot, sehingga komposisi yang tepat akan membuat perakaran tanaman dapat berkembang dengan baik untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Apapun jenis tanah mineral yang ada di sekitar kita, bisa digunakan sebagai bagian dari media tanam, dengan catatan bahwa tanah yang akan digunakan adalah tanah murni, bukan tanah campuran bekas bongkaran bangunan, bukan tanah yang tercemar limbah beracun, bukan tanah dengan kadar garam tinggi, dan sebagainya. Idealnya, tanah disaring dengan menggunakan ayakan berdiameter 0,5 cm (strimin) untuk mendapatkan butiran tanah yang homogen dan bebas dari campuran batu, kerikil, maupun partikel bukan tanah lainnya.

Anjuran untuk pembuatan media tanam untuk tabulampot adalah sebagai berikut.

1. Jika tanah yang digunakan tergolong tanah berat dengan kandungan lempung yang tinggi sehingga bersifat sangat liat, maka anjuran komposisi media tanamnya adalah 1 bagian tanah dicampur dengan 1 bagian pupuk kandang (sapi/kambing/kerbau/kelinci) dan 3 bagian sekam segar atau sekam bakar atau kombinasi sekam segar dan sekam bakar. Jangan sekali-kali menggunakan abu sekam untuk campuran media tanam karena dalam kondisi jenuh air, kombinasi tanah berat dengan abu sekam akan menghasilkan efek melumpur (seperti lumpur) yang justru mengganggu drainase air dan aerasi dalam media tanam.

Tanah jenis ini tergolong tanah yang miskin pori, baik pori makro maupun pori mikro, dan karena kandungan lempungnya yang tinggi, maka kemampuan ikat airnya sangat tinggi. Dengan kata lain, tanah mampu menyimpan air dengan sangat baik dengan drainase yang buruk. Dalam kondisi seperti ini, pertumbuhan akar akan terhambat akibat adanya penggenangan air dalam tanah Penambahan pupuk organik bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah agar tanah menjadi lebih remah (crumb) dan akar bisa tumbuh dengan leluasa, sementara penambahan sekam padi bertujuan untuk memperbaiki porositas tanah, menambah jumlah pori makro untuk meneruskan kelebihan air dalam tanah (fungsi pengatusan air) serta menambah jumlah pori mikro untuk menyimpan oksigen (fungsi aerasi atau fungsi pernafasan bagi akar).

2. Tanah-tanah sedang dengan komposisi lempung, debu, dan pasir yang seimbang, umumnya relatif ideal dijadikan media tanam tabulampot, namun tetap perlu dimodifikasi agar menjadi lebih ideal untuk digunakan sebagai media tanam dalam jumlah yang terbatas dalam pot agar ideal untuk pertumbuhan akar di bagian bawah serta manifestasi pertumbuhan tanaman yang sehat di bagian atas. Campurkan merata 1 bagian tanah sedang, dengan 0,5 hingga 1 bagian pupuk kandang, dan 1 atau 2 bagian sekam, disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang berbeda antar tanaman yang satu dengan tanaman lainnya.

3. Tanah dengan pasir yang dominan, digolongkan sebagai tanah ringan karena mudah diolah, baik dalam keadaan basah apalagi dalam keadaan kering. Tanah jenis ini umumnya terdapat di daerah di sekitar gunung berapi yang masih aktif, biasanya miskin akan kandungan bahan organik, strukturnya sangat remah cenderung rapuh, komposisi pori makro yang sangat tinggi dibanding jumlah pori mikronya, sangat mudah meneruskan kelebihan air, dan miskin kandungan unsur hara nitrogen. Karenanya, jika dibuat sebagai media tanam tabulampot, tanah jenis ini harus diperbaiki sifat-sifat fisikanya, sifat kimianya dan sifat biologinya dengan mencampurkan 1 bagian tanah dengan 2 bagian pupuk kandang, dan 1 bagian sekam, atau tergantung kebutuhan dilihat dari sumber tanahnya, apakah tanah diperoleh dari daerah yang tergolong subur atau kurang subur. Penambahan bahan organik seperti pupuk kandang sekaligus akan memperbaiki sifat fisika tanah (memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah), sifat kimia (menambah kandungan unsur hara organik makro dan mikro) serta memperbaiki sifat biologinya (meningkatkan jumlah dan jenis mikrobia tanah

B. Memilih Pot untuk Tabulampot

Pot yang baik adalah pot yang memiliki aerasi yang baik. Pot yang memenuhi syarat untuk tabulampot sesungguhnya adalah pot yang terbuat dari tanah atau jenis pot gerabah. Mengapa? Karena pot jenis ini mempunyai banyak pori-pori sehingga akar tanaman dapat bernafas dengan baik. Tetapi ada kekurangan dari pot gerabah ini, yakni mudah retak bila lama terkena sinar matahari dan mudah pecah bila terjatuh.

Namun selain menggunakan pot dari tanah anda juga bisa menggunakan pot keramik, namun pot keramik memiliki harga yang sangat mahal. Pot dari drum bekas menjadi solusi untuk menanam tabulampot anda, selain murah, pot dari drum bekas juga lebih tahan lama dibandingkan pot dari tanah atau pot keramik.

Pemeliharaan Tabulampot

Tujuan utama penanaman tanaman buah dalam pot adalah agar tanaman dapat tumbuh dengan subur dan baik serta menghasilkan buah. Agar tabulampot yang kita usahakan dapat tumbuh dengan benar dan berbuah cepat, diperlukan perawatan dan pemeliharaan yang baik dan cermat. Perawatan dan pemeliharaan tanaman merupakan langkah penting yang harus dilakukan dalam memelihara tabulampot.

Dari segi perawatan, tanaman buah dalam pot tidak tergolong sulit. Sama halnya dengan tanaman tanpa media pot, harus dipupuk dan diberi air. Namun, ada beberapa trik agar media potnya tidak menghalang pertumbuhan si tanaman. Benar, perawatannya memang tidak jauh berbeda, tetap memupuk, bisa secara pupuk kandang atau memakai pupuk NPK.

Itulah tips sukses usaha tabulampot yang bisa anda jadikan sebagai panduan. Memulai usaha di bidang agrobisnis memang diperlukan kesabaran dan ketekunan. Perlu perencanaan yang matang dan disiplin untuk mencapai target dan tujuan anda. Semoga artikel diatas dapat menginspirasi anda yang akan memulai usaha tabulampot.