Bisnis Sukses Ternak Sapi Potong Untung Besar

Ternak Sapi Potong – Bisnis usaha ternak sapi, khususnya sapi potong merupakan salah satu sumber daya penghasil daging yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi kalian maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut manajemen pemeliharaan ternak sapi potong. Penyebaran ternak sapi di negara kita belum merata. Ada beberapa daerah yang sangat padat, ada yang sedang, tetapi ada yang sangat jarang atau terbatas populasinya.

Bisnis Sukses Ternak Sapi Potong Untung Besar

Bisnis Sukses Ternak Sapi Potong Untung Besar

Dalam pemeliharaan ternak sapi potong terdapat faktor–faktor yang penting untuk diperhatikan salah satunya adalah segitiga produksi dimana terdapat breeding, feeding dan management. Breeding berarti bibit sehingga dalam pemeliharaan sapi potong, bibit yang kalian peroleh harus bagus, tidak cacat, tidak sakit, dan data tetuanya jelas. Feeding merupakan pakan yang diberi untuk dikonsumsi oleh ternak sapi potong itu. Pakan yang diberi harus memenuhi secara kuantitas dan kualitas atau ketersediaan nutrient yang dibutuhkan oleh ternak sapi potong terpenuhi dan ketercukupi. Hal yang tidak kalah pentingnya dalam pemeliharaan sapi potong adalah manajemen dimana manajemen ini terdiri dari manajemen kandang, menajemen kesehatan, dan manajemen pemeliharaan.

A. Jenis-Jenis Sapi Potong

Beberapa jenis sapi potong yang banyak dikembangkan atau diternakkan oleh kebanyakan masyarakat Indonesia, Jenisnya diantaranya sebagai berikut :

  • Sapi Bali
    Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.
  • Sapi Ongole
    Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.
  • Sapi Brahman
    Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.
  • Sapi Madura
    Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.
  • Sapi Limousin
    Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik.

B. Cara Budidaya Ternak Sapi Potong

Budidaya ternak sapi, khususnya sapi potong terbilang gampang dan kebanyakan orang mengatakan beternak sapi potong sangat sulit dilakukakan. Inilah langkah-langkah yang harus kalian perhatikan sebelum melakukan ternak sapi potong, diantaranya adalah :

  • Pemilihan Bibit Sapi Potong
    Setiap jenis sapi memiliki sifat genetis yang berbeda satu dengan yang lain, baik mengenai daging ataupun kemampuan dalam beradaptasi terhadap lingkungan. Secara teoritis peternak sapi potong pasti memilih bangsa sapi tipe potong jenis unggul yang sudah populer seperti hereford, aberdeen angus, beef master, charolais dan sebagainya karena persentase hasil karkas sapi-sapi tersebut lebih dari 60%, sedangkan jenis lokal kurang dari 60%. Namun, bila peternak memandang iklim setempat di rasa tidak menunjang mereka pasti akan menernakan sapi-sapi potong jenis lokal seperti sapi bali, madura, dan ongole walaupun sapi-sapi itu persentase karkasnya kurang dari 60% sebab sapi lokal adaptasinya terhadap iklim dan pakan yang sederhana cukup bagus.
    Syarat dan ciri-ciri pemilihan bibit yang baik dan benar :
  1. Tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat atau bola.
  2. Kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan.
  3. Laju pertumbuhannya relatif cepat.
  4. Efisiensi bahannya tinggi.
  5. Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya.
  6. Matanya tampak cerah dan bersih.
  7. Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir.
  8. Kukunya tidak terasa panas bila diraba.
  9. Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya.
  10. Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur.
  11. Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu.
  12. Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari.
  • Persiapan Kandang Sapi Potong
    Penempatan bangunan kandang sapi jangan sembarangan. Kalian perlu mempertimbangkan faktor-faktor penunjang yang sekiranya menguntungkan dalam pengembangan lebih lanjut. Faktor itu terutama adalah faktor ekonomis dan faktor higienis kandang. Bangunan kandang yang baik adalah kandang yang terletak disuatu daerah atau tempat yang dekat dengan sumber air. Sebab usaha peternakan dan letak kandang terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh. Lantai dari semen atau tanah yang dipadatkan, dan harus dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Drainase di dalam dan luar kandang harus baik. Ukuran kandang sapi betina dewasa 1,5 X 2 m, sapi jantan dewasa 1,8 X 2 m, anak sapi 1,5 X 2 m. Kandang sebagai tempat tinggal sapi. Didalam hal ini peternak harus sadar bahwa kehidupan ternak sapi sepenuhnya berada di bawah pengawasan manusia. Perlindungan terhadap lingkungan yang mereka hadapi seperti terik matahari, hujan, angin kencang, dan sebagainya yang menimpa menjadi pemikiran peternak. Oleh karena itu bangunan kandang sebagai salah satu faktor lingkungan hidup ternak harus bisa memberikan jaminan hidup yang sehat dan nyaman, sesuai dengan tuntutan hidup mereka. Jadi bangunan kandang diupayakan pertama-tama untuk melindungi sapi terhadap gangguan luar yang merugikan, baik terhadap sengatan terik matahari, kedinginan, kehujanan, dan tiupan angin kencang.
  • Pakan Untuk Sapi Potong
    Pakan merupakan salah satu unsur penting yang menunjang kesehatan, pertumbuhan dan reproduksi ternak. Tujuan utama pemberian pakan adalah menjamin pertambahan bobot badan selama pertumbuhan serta menjamin produksi yang paling ekonomis. Salah satu tuntutan kebutuhan hidup sapi yang utama adalah kebutuhan pakan, disamping kebutuhan linkungan hidup dan sebagainya. Maksud pemberian pakan kepada ternak sapi adalah untuk perawatan tubuh atau kebutuhan pokok hidup dan keperluan berproduksi. Tujuan pemberian pakan ini dibagi menjadi dua golongan, yaitu makanan perawatan, untuk mempertahankan hidup dan kesehatan dan makanan produksi untuk pertumbuhan dan pertambahan berat. Jumlah pakan yang diperlukan hewan tergantung pada kondisi lingkungan, baik untuk kebutuhan pokok hidup ataupun berproduksi. Pada sapi tropis membuthkan pakan perawatan relatif lebih sedikit dari dari pada subtropis. Sapi yang hidup didaerah sedang penggunaan energi untuk pemanasan tubuh akan lebih tingggi.
  • Mengatasi Penyakit
    Anakan sapi atau pedet berumur 3 minggu umumnya sangat peka terhadap infeksi penyakit, terutama terhadap penyakit scours, pneumonia, dan infeksi tali pusar. Scours (diare) diakibatkan oleh pemberian pakan yang tidak benar dan perawatan yang jelek. Pneumonia merupakan infeksi paru-paru akibat udara sekitar sangat lembap, kedinginan, dan sebagainya. Sedangkan tali pusar diakibatkan oleh kurang higienisnya kita sewaktu pemotongan.
    Tindakan pencegahan dengan cara sebagai berikut:
  1. Semua peralatan kandang, tempat makan, dan alat minum harus bersih.
  2. Air minum dalam keadaan bersih.
  3. Kandang dalam keadaan bersih dan terang, peredaran udara besar cukup lancar, ruangan dalam keadaan segar dan tidak terlalu panas, tetapi hangat.
  4. Lantai kandang pedet dijaga sellu bersih, diberi jerami kering sebagai tilam yang setiap saat bisa dibersihkan secara rutin.

C. Alasan Utama Dalam Ternak Sapi Potong

  • Kebutuhan daging sapi terus meningkat dan berkesinambungan
    Kebutuhan daging sapi setiap tahun cenderung meningkat. Pada tahun 2014, jumlah kebutuhan daging sapi sebesar 590.000 ton. Sementara itu, pada tahun 2015 kebutuhan daging sapi diperkirakan meningkat hingga 639.000 ton. Kenaikan kebutuhan daging sapi tersebut, populasi sapi yang siap dipotong seharusnya juga meningkat. Bila tahun ini populasi sapi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging mencapai 3,1 juta ekor, tahun depan bisa melonjak menjadi 3,4 juta ekor. Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi tersebut, produksi sapi nasional akan ditingkatkan. Dengan demikian, produksi sapi nasional memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain dipenuhi dari stok sapi nasional, pemerintah telah menetapkan kuota impor daging sapi pada 2015 sebesar 12.246 ton dan 100.000 ekor bakalan atau hewan sapi.
  • Peluang beternak sapi secara intensif sangat besar
    Mayoritas sistem pemeliharaan sapi potong di Aceh dilakukan hanya sebagai usaha sampingan, tidak secara intensif. Bahkan, rata-rata kepemilikan sapi potong hanya sekitar 2-5 ekor. Keadaan ini memang sangat berbeda dengan kondisi peternakan sapi diluar negeri yang sudah memelihara sapi dengan sistem yang sangat intensif dengan populasi puluhan hingga ratusan ekor. Karena itu, kondisi ini menciptakan peluang bagi siapa yang berminat beternak sapi potong.
  • Harga jual tinggi dan terdapat momen harga melambung tinggi
    Harga jual daging sapi secara nasional dalam satu tahun terakhir relatif stabil, dengan rata-rata mencapai Rp 100.000 per kilogram. Pada momen-momen tertentu, seperti lebaran hari besar keagamaan, atau hari meugang di Aceh biasanya harga jual daging sapi relatif tinggi, bahkan mencapai Rp 120.000 – Rp.150.000 per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa betapa besar dan tingginya potensi peluang dalam berusaha ternak sapi, sehingga menumbuhkan minat yang besar bagi masyarakat dalam memanfaatkan potensi peluang yang ada.

 

Pencarian terkait:

analisa ternak merpati potong , ternak merpati potong sukses , analisa budidaya burung dara pedaging terbaru , PROPOSAL USHA PENGGEMUKAN SAPI , proposal sapi potong terbaru , perhitungan bisnis merpati potong , kalkulasi ternak merpati daging , Kalkulasi berternak merpati , kaljulasi burung dara , Contoh proposal sapi brahman 2017 , analisa peternakan sapi 2017 , analisa modal ternak merpati potong rambut , usaha burung dara potong apakah menguntungkan