Bisnis Menjual Pakan Burung Hingga Terbeli Rumah dan Mobil

Bisnis Menjual Pakan Burung Hingga Terbeli Rumah dan Mobil – Kios pakan burung yang dikelola Gianto, sekilas terlihat sangat sederhana. Cuma memanfaatkan ruang sempit dari batako yang berukuran sekitar 20 meter persegi (M2), tapi omset hariannya ternyata lebih dari Rp5 juta dan menjadi gantungan hidup bagi banyak orang.

Bisnis Menjual Pakan Burung Hingga Terbeli Rumah dan Mobil

Bisnis Menjual Pakan Burung Hingga Terbeli Rumah dan Mobil

Nama kiosnya SPS Jaya Poultry Shop, berlokasi di Jalan Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kios yang ditunggui lima orang secara bergantian, tiap hari buka, sejak pagi buta hingga jam 17:00. Aneka dagangannya antara lain makanan burung jenis biji-bijian, vur, jangkrik, ulat hongkong, kroto, pisang kepok, vitamin dan obat-obatan, sangkar, dan berbagai pernak-pernik lainnya.

Setiap pagi, kios di seberang Kali Bendungan Jago ini dipadati pelanggan yang mau membeli makanan untuk burung kesayangannya. Sebenarnya di sepanjang jalan raya ini terdapat sedikitnya enam kios pakan burung, namun milik Gianto yang paling laris. “Selain harganya lebih murah, pelayanannya ramah dan cepat,” ujar Norman, salah satu pelanggan yang tiap dua hari sekali berbelanja di sini, kemarin.

Bisa Membeli Rumah Dan Mobil

Gianto, awalnya hidup susah saat menjadi pedagang roti keliling di kawasan Senen, Jakpus. Namun sejak beralih usaha tahun 2005 menjadi pedagang pakan burung, kehidupan ekonominya makin membaik. Dari usaha itu, dia sudah bisa membeli rumah di kawasan Senen dan mobil Avanza. “Alhamdulillah, pelanggan kami banyak sekali dan orangnya baik-baik semua. Mereka rutin berbelanja di sini,” ujar Gianto yang mempekerjakan tiga orang dan dibantu kakaknya.

Kios kecil yang statusnya masih sewa ini selalu sibuk, terutama pagi dan sore. “Omset jualannya tiap hari lebih dari Rp 5 juta. Bahkan pada saat ramai bisa mencapai Rp 10 juta,” papar ayah dari dua anak yang punya prinsip untung tipis yang penting laris.

Untuk pasokan kroto maupun pisang Gianto mendapatkan dari daerah Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Barang tersebut dikirim melalui kereta api yang berhenti di Stasiun Pasarsenen. Tiap hari dia atau karyawannya mengambil kroto maupun pisang dari stasiun tersebut.